Pemkot Jakbar bantah wajibkan siswi SMP pakai jilbab

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) membantah mewajibkan siswi muslim pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di daerah itu untuk memakai jilbab di sekolah.

"Saya sudah klarifikasi, tidak ada seperti itu. Tidak ada pemaksaan," kata Kepala Seksi Pendidikan dan Tenaga Pendidikan Jakarta Barat II, Masduki, di Jakarta, Senin.

Penegasan ini untuk menanggapi kabar yang viral di media sosial tentang pengakuan orang tua yang anaknya disindir secara kasar karena tidak memakai jilbab di SMP 75, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Masduki menilai seluruh siswi muslim dibebaskan untuk memilih menggunakan jilbab atau tidak.

Seluruh siswi juga diperbolehkan untuk mengenakan baju berlengan panjang atau pendek.

Baca juga: DPRD DKI dorong sekolah negeri akomodir anak berkebutuhan khusus

Pihaknya hanya menganjurkan seluruh siswi mengenakan rok panjang agar terlihat lebih sopan dan rapih.

Menurut Masduki, pernyataan yang viral di media sosial itu merupakan narasi yang sebelumnya sempat diunggah di media sosial tahun lalu.

"Sebenarnya itu juga kejadian tahun lalu yang diangkat lagi dan tahun lalu pun juga sebenarnya hanya 'katanya'," kata dia.

Karena dianggap membuat gaduh, Masduki akan mencari pihak yang bertanggung jawab atas unggahan berbau suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) itu.

"Justru kita lagi cari ini, kita lagi telusuri," kata dia.

Baca juga: Masyarakat buru toko penjual seragam sekolah di Jakarta Selatan

Namun, jika ke depan pihaknya mendapatkan ada guru yang melakukan tindakan berbau SARA tersebut, Masduki memastikan pihaknya akan memberikan sanksi disiplin kepada oknum guru itu.

Walau demikian, Masduki tidak merinci dasar peraturan dan hukuman apa yang diberikan kepada oknum guru tersebut.

Sebelumnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Imah Mahdiah, mengunggah foto sedang memberikan baju seragam kepada salah seorang anak SD.

Dalam foto diunggah itu, dia memberikan keterangan bahwa beberapa siswi SMP muslim di wilayah Jakarta Barat dipaksa memakai jilbab.

Dia juga mengunggah foto percakapan warga yang mengaku anaknya dipaksa untuk memakai jilbab di sekolah.

Baca juga: Ahok tegaskan siswi sekolah tidak dilarang pakai jilbab

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel