Pemkot Jakbar buka latihan mengemudi tahap empat libatkan 100 peserta

Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat kembali membuka latihan mengemudi tahap empat untuk mendapatkan SIM A melibatkan 100 peserta.

"Sekarang sudah masuk ke tahap IV dengan jumlah 100 peserta. Setiap angkatan memang kami batasi 100 peserta," kata Kepala Seksi Pelatihan, Penempatan, Produktivitas dan Transmigrasi Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat, Yasil Farabi di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Senin.

Pelatihan itu digelar dalam rangka melatih warga mengendarai mobil agar mendapatkan pekerjaan layak sebagai pengemudi profesional.

Pelatihan yang berlangsung selama 12 hari ini meliputi pemberian materi dasar, pelatihan praktik hingga mendapatkan SIM A.

Tidak hanya sampai di situ, Pemkot Jakarta Barat juga akan menyalurkan peserta pelatihan pengemudi ke beberapa perusahaan ataupun instansi yang membutuhkan tenaga sopir profesional.

Menurut Yasil, animo masyarakat dalam mengikuti kegiatan pelatihan SIM ini sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti program ini dari angkatan pertama hingga angkatan ke empat.

Dengan demikian, dia berharap upaya ini dapat membantu pemerintah provinsi dalam menekan angka pengangguran serta meningkatkan tingkat perekonomian warga.

Di saat yang sama, Sekretaris Kota Jakarta Barat, Iin Mut Mainah mengaku mengapresiasi adanya program pelatihan yang digelar Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Jakarta Barat ini.

Dia berharap program ini bukan hanya dapat mencetak para tenaga profesional melainkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para pekerja lain.

"Esensi pelatihan ini membuat suatu modal untuk bekerja dan juga membuka lapangan pekerjaan. Dua hal tersebut diharapkan dapat terjadi," kata Iin Mutmainah dalam sambutannya membuka pelatihan kerja ini.
Baca juga: Dinas PPAPP gelar bimbingan teknis terhadap 200 petugas transportasi
Baca juga: Pemkot Jaktim dan PT Pos Indonesia gelar pelatihan digital bagi UMKM
Baca juga: Keluarga miskin di Jakarta Pusat ikut pelatihan ekonomi produktif