Pemkot Jakbar imbau warga taat prokes mengingat kasus aktif meningkat

Pemerintah Kota Jakarta Barat ( Pemkot Jakbar) mengimbau warga tetap taat menerapkan protokol kesehatan (prokes) mengingat kasus aktif COVID-19 kembali meningkat di DKI Jakarta.

"Harapannya tentu masyarakat tetap tertib prokes. Itu yang menjadi titik kunci meningkatkan daya tahan tubuh," kata Sekretaris Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah, saat ditemui di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Rabu.

Iin menilai sejauh ini warga di wilayah Jakarta Barat terlihat tetap memberlakukan prokes saat beraktivitas di luar rumah seperti memakai masker.

Beberapa tempat fasilitas umum di Jakarta Barat juga sudah menyediakan kode batang PeduliLindungi untuk memastikan semua warga yang datang telah divaksin.

"Program vaksinasi booster juga tetap kita jalankan di seluruh puskemas dan kecamatan di wilayah," kata dia.

Berkat program upaya-upaya tersebut, Iin mengklaim angka penyebaran COVID-19 di wilayahnya dari hari ke hari semakin menurun. Saat ditanya jumlahnya, Iin enggan menjelaskan dengan rinci.

"Dari data di Sudinkes yang kita pantau, memang setiap hari ada penurunan dan terus kita pantau," jelas Iin.

Iin berharap upaya-upaya tersebut dapat membantu Pemerintah Provinsi untuk menekan angka COVID-19 di DKI agar tidak meninggi.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dirilis Pemprov DKI Jakarta pada Selasa (21/6), tercatat ada penambahan 618 kasus aktif jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

Dengan penambahan jumlah tersebut, total warga yang terpapar COVID-19 di DKI Jakarta ada 5.915 orang. Jumlah itu terdiri dari 5.420 orang yang menjalani isolasi mandiri dan sisanya dirawat di Rumah Sakit.
Baca juga: Tercatat 413 kasus aktif COVID-19 di Jakarta Barat
Baca juga: Kasus COVID-19 di Jakbar capai 86 orang, lima dirawat di RS
Baca juga: Umat Budha sebar kebaikan dan tuai kebajikan saat Waisak

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel