Pemkot Jakbar: "Kolam gizi" untuk wujudkan ketahanan pangan publik

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengungkapkan keberadaan "kolam gizi" untuk budidaya ikan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan masyarakat.

"Kami dalam rangka ketahanan pangan atau menekan angka stunting sehingga kami membantu RPTRA untuk melakukan budidaya di kolam gizi," ujar Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pangan Kota Administrasi Jakarta Barat Novy Christine Palit saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Baca juga: TNI siapkan lahan seluas 2,5 ha di Jakbar untuk ketahanan pangan

Novy mengatakan pihaknya mendukung keberadaan kolam gizi pada sejumlah RPTRA melalui dukungan pemberian benih ikan.

"RPTRA mengajukan permohonan benih ikan kepada kami, nanti kami mintakan ke dinas untuk bantuannya karena nanti ada UPT-nya yang ikut melakukan pembudidayaan," katanya.

Terkait kolam gizi, RPTRA hanya menerima benih dan membudidayakan, kemudian menghasilkan atau panen lalu dikonsumsi masyarakat.

Dalam kesempatan terpisah, pengelola RPTRA Smart Meruya Utara, Yana menuturkan selain berternak ikan lele, kolam gizi juga bisa dimanfaatkan untuk budidaya ikan lainnya, seperti ikan nila, ikan emas.

Baca juga: Rutan Jakpus dukung program ketahanan pangan

"Ternak lele di kolam gizi ini setelah dipanen maka akan dijual dan hasil penjualannya kami gunakan untuk membeli benih ikan," kata Yana saat ditemui di Jakarta.

Untuk penjualannya, RPTRA Meruya Utara menjual ikan kepada masyarakat dan pengunjung di sekitar RPTRA setempat.

Sementara itu, pengelola RPTRA Kecapi 72, Reza berharap kehadiran kolam gizi dapat mendorong masyarakat di sekitar RPTRA, serta membudidayakan ikan lele ataupun ikan lain dengan kolam gizi sederhana di rumah masing-masing.

"Kita bisa beternak ikan walaupun di tengah kota yang padat seperti Jakarta," ucap Reza.

Baca juga: Jakarta Pusat panen ikan untuk ketahanan pangan dan gizi warga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel