Pemkot Jakbar telusuri penyebab kematian satu keluarga di Kalideres

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) masih berkoordinasi dengan camat dan lurah untuk menelusuri penyebab kematian satu keluarga di perumahan Citra Satu, Kalideres.

"Kita cari tahu dulu berdasarkan keterangan tetangga, pak RT dan pak RW bagaimana mereka semasa kehidupan nya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko di Jakarta, Sabtu.

Hingga saat ini, Yani dan jajaran belum bisa memastikan apakah penyebab kematian satu keluarga itu karena kelaparan.

Sebab, berdasarkan informasi yang dia dapat, keluarga korban sempat membeli kendaraan dan barang elektronik pada 2021 silam.

Hal tersebut menandakan kondisi perekonomian mereka dalam keadaan baik dalam beberapa waktu belakangan.

"Terlalu cepat menyimpulkan, saya masih harus berkoordinasi dengan berbagai pihak,” jelas dia.

Hingga saat ini, proses penelusuran di tingkat kota hingga kelurahan masih berlangsung. Dengan hasil penelusuran tersebut, Yani berharap pihaknya dapat mengetahui dengan jelas penyebab utama kematian satu keluarga tersebut.

Sebelumnya, penemuan itu berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban, Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00.

Ketua RT pun melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama dengan polisi, ketua RT akhirnya memaksa masuk ke dalam rumah tersebut.

"Saat itu pagar rumah dan pintu utama terkunci," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Pasma Royce, Jumat (11/11).

Ketika pintu utama di buka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda yakni ruang tamu, kamar tengah, dan ruang belakang.

"Untuk mayat yang ditemukan dalam nama di kartu keluarga bahwa identitas atas nama RY usia 71 dan RN usia 68 tahun dan DF adalah anaknya perempuan berusia 42 tahun dan BG usia 69 merupakan ipar dari bapaknya," kata Pasma.

Setelah mayat ditemukan, polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati Jakarta Timur untuk proses otopsi.

Berdasarkan hasil otopsi, ditemukan fakta bawah tidak ada asupan makanan ataupun minuman di dalam lambung para korban.

"Lambung para mayat ini tidak ada makanan jadi bisa diduga berdasarkan pemeriksaan dari dokter bahwa mayat ini tidak ada makan dan minum cukup lama, karena dari otot ototnya sudah mengecil," kata Pasam.

Selain itu, pihaknya juga tidak menemukan tanda kekerasan benda tumpul atau benda tajam di sekujur tubuh korban.