Pemkot Jakpus gandeng LSM untuk petakan populasi HIV/AIDS

Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) menggandeng lembaga swadaya masyarakat memetakan populasi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS.

Selain LSM, Pemkot Jakarta Pusat melibatkan relawan yang bergerak pada bidang penanggulangan HIV untuk mendata populasi kunci HIV di wilayah tersebut.

Baca juga: Wagub DKI dorong pengentasan kasus Tuberkulosis HIV

"Jadi mulai Agustus nanti dari tanggal satu sampai 12, kita akan melakukan kerja sama dengan LSM yang peduli HIV untuk datang ke hotspot-hotspot yang dulu sudah ada pemetaan pada 2018, untuk memperbaharui data," kata Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Sudin Kesehatan Jakpus Budi Setiawan di Kantor Wali Kota Jakpus pada Kamis.

Menurut Budi, dari data 2018 ini, kemungkinan ada titik yang bertambah hotspot sehingga diperlukan pembaharuan data lagi pada titik tersebut.

"Selain itu laporan dari camat, lurah terkait adanya hotspot-hotspot yang baru, juga bisa kita identifikasi kembali. Benar (atau) tidak angkanya sama, bertambah atau berkurang,” ungkapnya

Budi menuturkan bahwa ada tujuh LSM yang terlibat dalam pendataan ini di antaranya Yayasan Pesona Jakarta, Yayasan Intermedika, Yayasan Kusuma Buana, Yayasan Bandung Wangi, Yayasan Srikandi Sejati, Yayasan Mutiara Maharani dan Yayasan Kharisma.

Baca juga: Jakarta targetkan bebas HIV-AIDS pada 2030

Lebih lanjut, Budi menjelaskan, dengan melakukan pendataan pada hotspot HIV ini, dapat diketahui jumlah populasi kunci HIV pada setiap hotspot. Dengan keterbukaan data populasi kunci ini akan mempengaruhi jumlah sasaran HIV yang akan dibantu intervensi oleh Pemkot Jakpus.

Intervensi meliputi pencegahan, kemudian kita periksa HIV, lalu surveillance, yaitu pendataan secara rutin, kemudian selanjutnya penangan kasus.

"Kalau ada yang positif terkena HIV kita fasilitasi (penanganannya) dan promosi kesehatan. Jadi dari data populasi kunci ini kita tahu berapa jumlah sasaran kita yang akan kita promosi kesehatan mengenai HIV," tutur Budi.

Sementara itu, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakpus Mohamad Fahmi mengatakan bahwa penanganan dan intervensi HIV bisa dilakukan serta tepat sasaran bila data kasus HIV yang didapatkan akurat.

Ia berharap kerja sama antara Pemkot Jakpus dan LSM-LSM ini bisa mendapatkan data yang baik serta akurat sebelum melakukan aksi intervensi selanjutnya. "Ketika datanya akurat, maka intervensi yang kita lakukan tepat sasaran," ucap Fahmi.

Baca juga: YPI ingatkan pencegahan penularan HIV dari ibu ke bayinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel