Pemkot Jaksel awasi ketahanan pangan segar di pasar

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan mengawasi ketahanan dan keamanan pangan segar pada beberapa pasar yang ada di wilayahnya.

"Kegiatan rutin ini demi menjaga ketahanan dan keamanan pangan karena masyarakat harus mengonsumsi makan yang betul-betul aman," kata Kepala Seksi Ketahanan Pangan dan Pertanian sekaligus Plt. Kepala Seksi Peternakan Kesehatan Hewan Nila Kartina saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Baca juga: TNI siapkan lahan seluas 2,5 ha di Jakbar untuk ketahanan pangan

Menurut Nila, pengawasan keamanan pangan ini tentunya sebagai upaya pemerintah dalam menjaga keamanan pangan mulai dari sayur, daging ayam, daging sapi, dan ikan dalam kondisi segar.

Nila mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun sejak 2019 hingga 2022. Adapun tiap tahunnya dilakukan sebanyak tiga kali untuk mengambil sampel dari pihak Suku Dinas Jakarta Selatan.

Terkait tingginya harga pangan di pasaran, Nila menuturkan disebabkan seringnya cuaca hujan tinggi di Jakarta Selatan sehingga membuat pupuk menjadi mahal dan harganya cukup meningkat di pasaran.

Adapun empat lokasi pengawasan yang dilakukan pengawasan oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan ​​​​Jakarta Selatan meliputi Pasar Mayestik, Pasar Santa, Carrefour, dan Pasar Radio Dalam.

Baca juga: Rutan Jakpus dukung program ketahanan pangan

Pihak Suku Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Peternakan Jakarta Selatan melakukan beragam uji makanan mulai dari formalin, pestisida, dan kebusukan pada daging.


Lebih lanjut, Nila mengatakan kalau hasil pengawasan di Carrefour pada awal Juli terbilang aman sehingga sejumlah pangan baik untuk dikonsumsi masyarakat.

"100 persen aman dari hasilnya awal Juli kemarin," tuturnya.

Dengan demikian, pemerintah Jakarta Selatan selalu berupaya agar warganya selalu ikut mengawasi ketahanan dan keamanan pangan di sekitarnya.
​​​​​
Menurut Nila, soal pertahanan dan keamanan pangan ini bisa dilakukan kegiatan alternatif lainnya seperti penanaman tanaman di kota (urban farming).

Baca juga: Jakarta Pusat panen ikan untuk ketahanan pangan dan gizi warga

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel