Pemkot Jaksel bimbing 100 pelaku usaha manfaatkan promosi digital

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyelenggarakan bimbingan teknologi melibatkan 100 pelaku usaha binaan Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Sudin Parekraf) Jakarta Selatan agar bisa memanfaatkan promosi digital.

"Menurut data BPS tahun 2020, sebesar 77,61 persen penduduk DKI Jakarta mengakses internet dalam tiga bulan terakhir tahun 2022, atas dasar ini penting bagi pelaku usaha memanfaatkan layanan promosi secara daring," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kota ​​​​Jakarta Selatan Mukhlisin saat membuka kegiatan bimbingan teknis di bidang promosi digital di Jakarta, Rabu.

Dalam menghadapi tren di dunia digital, maka pelaku UMKM perlu diarahkan cara belajar teks pemasaran (copywriting), perencanaan digital (digital planning), dan etika berjualan secara daring, kata dia.

Adapun tujuan kegiatan ini sebagai langkah untuk memulihkan perekonomian para pelaku usaha yang sempat terhambat dua tahun lalu akibat pandemi COVID-19.

Peserta diharapkan bisa menyerap pengetahuan dan pemahaman melalui kegiatan yang dikelola oleh Suku Dinas Parekraf, Suku Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM), Suku Dinas Sosial, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Suku Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP), dan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Nakertransgi) di wilayah Jakarta Selatan ini.

"Pelaku usaha di bawah binaan Parekraf itu juga difasilitasi untuk berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendapat perlindungan dari risiko," tuturnya.

Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Selatan, Rus Suharto juga menyampaikan harapannya melalui kegiatan yang digelar pada Rabu ini.

Rus berharap para pelaku usaha tidak hanya belajar teori, namun juga praktik beserta etika dalam berjualan menggunakan teknologi daring.

"Harapannya peserta dapat memberikan pengetahuannya kepada pegawai bagaimana berpromosi secara bijak karena ada kode etik regulasi yang sifatnya harus memenuhi norma agama dan budaya," tuturnya.
Baca juga: Sandiaga Uno: Sarana promosi digital bagian penting bagi pelaku ekraf
Baca juga: Anies promosi Kepulauan Seribu untuk pekerja digital
Baca juga: "Social commerce" kanal promosi efektif bagi produk perdagangan