Pemkot Jaksel dan IIDI kolaborasi periksa kesehatan anak

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan dan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) berkolaborasi melaksanakan pemeriksaan kesehatan anak untuk menangani tengkes (stunting) bertempat di poliklinik anak lantai dua, Rumah Sakit Umum Pusat Fatmawati.

"Mari kita dukung program prioritas nasional cegah stunting, melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak," kata Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Administrasi Jakarta Selatan Sayid Ali dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Menurut Sayid Ali, penyebab utama tengkes pada anak yakni kekurangan nutrisi sehingga harus dipastikan gizi terpenuhi dan kesehatannya mendapat perhatian

Dengan gizi yang cukup, maka perkembangan tinggi anak bisa normal seusianya.

Sementara itu, Direktur RSUP Fatmawati Andi Saguni menuturkan kegiatan ini adalah wujud dalam pengintegrasian program.

Bukan hanya kegiatan di rumah sakit, tetapi juga bagaimana integrasi dan koordinasi itu dapat berjalan.

"Kita hadir di pagi hari ini untuk bekerja bersama, berkoordinasi untuk memajukan program stunting ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan meningkatkan sistem manajemen data guna menekan tengkes (stunting) agar terintegrasi.

"Kami berupaya menyediakan akses data pengelolaan program pencegahan dan penurunan stunting serta perbaikan sistem manajemen data untuk memastikan kebutuhan data dalam aksi integrasi lainnya terpenuhi," kata Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan Munjirin.

Dalam kegiatan aksi enam yaitu Manajemen Data Pencatatan dan Pelaporan Terkait Stunting itu, Munjirin menegaskan pemerintah serius menekan kasus tengkes yang kerap diidap anak di bawah lima tahun (balita).
Baca juga: Pemkot Jaksel tingkatkan sistem manajemen data tekan tengkes
Baca juga: Puskesmas edukasi siswi SMP di Jakut terkait tengkes
Baca juga: Pemkot Jaksel ajak orang tua tingkatkan pengolahan gizi cegah tengkes