Pemkot Jaksel gencarkan pemangkasan pohon

·Bacaan 1 menit

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan menggencarkan pemangkasan pohon di 10 kecamatan di wilayah tersebut untuk mengantisipasi adanya pohon tumbang saat hujan disertai angin kencang.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Selatan Winarto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin, mengatakan, pemangkasan itu juga dilandasi karena tingginya jumlah pohon tumbang di wilayah Jakarta Selatan dalam beberapa pekan terakhir.

"Kita lebih tingkatkan lagi meski sebenarnya sudah secara rutin tim kami melakukan penopingan," katanya.

Untuk tahun ini sudah dilakukan pemangkasan, dari mulai pemangkasan ringan, sedang dan berat. "Totalnya sekitar 26 ribu pohon sudah kita lakukan," kata Winarto.

Selain tim dari Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihaknya juga dibantu Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) Pemeliharaan di masing-masing lokasi yang saat ini melibatkan sekitar delapan orang.

Baca juga: Pengendara motor meninggal akibat tertimpa pohon di Pondok Indah
Baca juga: Pemkot Jaksel siagakan petugas untuk antisipasi pohon tumbang

Sebelumnya, pihaknya juga secara serentak melakukan penopingan di 11 titik Jakarta Selatan.

Adapun penopingan (pemangkasan) itu dilakukan di Jalan Ampera Raya, Bangka Raya, Wijaya II, Jalan Baru, Bintaro Permai, Cikoko Timur 2, Jalan Raya Lentang Agung, Setiabudi Selatan, Adiyaksa dan Tebet Timur Raya dan Jalan Casablanca
​​​​​​
“ Target untuk satu lokasi, ada 10 pohon yang dipangkas,” kata Winarto.

Sebelumnya, seorang pengendara motor meninggal dunia usai tertimpa pohon tumbang di Jalan Metro Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu sore.

Tak hanya itu, pohon tumbang di lokasi yang sama juga menimpa mobil sedan hingga mengakibatkan badan mobil tersebut rusak parah. Peristiwa serupa juga terjadi di Pasar Minggu hingga menimpa motor pengendara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel