Pemkot Jaksel kampanyekan kebiasaan sikat gigi untuk cegah karies

Pemerintah Kota Jakarta Selatan menggencarkan kampanye kebiasaan menyikat gigi pada pagi dan malam hari kepada ratusan peserta sebagai upaya pencegahan karies gigi di wilayahnya.

"Kami kampanyekan sikat gigi pagi dan malam untuk mencegah karies gigi. Harapannya agar anak-anak bisa tahu cara merawat gigi seperti cara menyikat dan penyakit tentang gigi," kata Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin saat ditemui di Jakarta, Rabu.

Munjirin mengajak kepada 250 peserta yang hadir terdiri dari tenaga kesehatan hingga anak-anak Sekolah Dasar (SD) untuk memperhatikan organ tubuh penting seperti gigi, mulut dan lidah.

Menurut dia, jika salah satu dari organ tersebut tidak terawat, maka akan sulit makan sehingga asupan berkurang lalu mempengaruhi ketahanan tubuh.

Selain itu, Munjirin menyebutkan pentingnya menjaga kesehatan serta kebersihan gigi lantaran bisa mempengaruhi penampilan sehingga harus dipelihara.

"Kami terus berupaya agar wilayah bebas karier sehingga pemeliharaan gigi dan anak bisa terarah tidak hanya disuruh orang tua," katanya.

Baca juga: PTGMI DKI canangkan inovasi terapis kesehatan gigi dan mulut

Baca juga: FKG UI suluh soal radiografik kepada pelajar SMAN di Jakarta

Dalam kesempatan sama, Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Selatan, Yudi Dimyati mengatakan, kegiatan yang dilakukan serempak di seluruh kecamatan di Jakarta Selatan ini dalam rangka mendukung Kementerian Kesehatan yang mencanangkan setiap 12 September sebagai Hari Kesehatan Gigi dan Mulut Nasional.

"Dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia dan penambah pengetahuan dokter gigi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit gigi," kata dia.

Salah satunya disebutkan penyebab karies atau karang gigi, yakni penumpukan kotoran yang bisa mengikis pondasi gigi menyebabkan berlubang hingga patah.

"Di Indonesia masih ada tujuh persen penyakit karang gigi, kemudian di Jaksel diketahui cukup tinggi. Yang gigi tetap ini kita harus jaga agar tidak rusak karena tidak bisa tumbuh lagi," ujar Yudi.