Pemkot Jaksel periksa aksi sensual di Hotel Kebayoran Lama

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memeriksa kasus aksi sensual yang digelar di hotel kawasan Kebayoran Lama, pada Rabu malam (27/7).

"Pihak tim Disparekraf sudah turun ke lapangan dan menemui pemilik kafe," kata Kepala Seksi Industri Sudin Parekraf Jakarta Selatan, Wahyono, saat dihubungi, Kamis.

Wahyono mengatakan timnya langsung bertemu dengan pemilik hotel meminta keterangan atas video viral yang memperlihatkan seorang pria beraksi sensual mengikuti iringan lagu dari seorang disc jockey (DJ).

Tak hanya dari pihak Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pihak kepolisian juga turut memeriksa lokasi dan meminta penjelasan pemilik hotel terkait kejadian tersebut.

Dikatakan Wahyono, menurut penjelasan pemilik kafe, aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok orang yang merayakan ulang tahun seorang temannya di hotel kawasan Kebayoran Lama.

Sang pria melakukan aksi melepas baju atasan dan menari agar perayaan ulang tahun semakin meriah dan disambut pula oleh para teman-temannya.

Menurut Wahyono hal tersebut merupakan hal lumrah dilakukan spontan sebagai bentuk euforia dalam perayaan sebuah acara sama seperti layaknya menonton konser musik.

"Pria tanpa atasan sudah biasa dilihat seperti kita melihat personel grup band musik yang juga melepas atasannya," tuturnya.

Sebelumnya, beredar sebuah video pria beradegan sensual tanpa baju atasan di media sosial yang dibagikan kembali oleh akun Instagram @infojaksel.id yang menjadi viral.

Tak hanya itu, pria tanpa baju atasan tersebut juga dikelilingi para wanita yang menyelipkan sejumlah uang ke dalam celana yang dipakai sang pria.
Baca juga: DPRD minta DKI tak tutup mata soal penyelewengan izin hiburan malam
Baca juga: UPK: Belum ada arahan Pemprov DKI soal pembukaan kembali Monas
Baca juga: Pemprov DKI Jakarta adakan konser gratis di TIM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel