Pemkot Jaksel ubah semak belukar jadi kebun ketahanan pangan

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) mengubah semak belukar menjadi kebun bernama Keyla sebagai sumber ketahanan pangan di Kebayoran Lama.

Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat, mengatakan kebun yang luasnya sekitar 2.800 meter persegi ini dulunya semak belukar dan tanahnya milik pemerintah daerah.

"Warga merasa takut karena semak belukar ini banyak hewan liar. Daripada tidak dimanfaatkan lebih baik dikelola menjadi lahan yang bermanfaat," kata Munjirin.

Dikatakan, proses mengubah lahan tidak terurus yang menjadi lahan siap tanam ini membutuhkan waktu seminggu.

Kini Kebun Keyla telah tertata rapi dengan pemandangan yang memanjakan mata disertai dengan balai mini untuk bersantai.

Baca juga: DKI kolaborasi dengan daerah lain untuk jaga ketahanan pangan

Dalam kesempatan sama, Munjirin juga menyempatkan untuk memanen berbagai jenis sayuran di Kebun Keyla, Jalan Bendi 15, RT 11/RW 8, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama.

Adapun beragam jenis sayuran yang dipanennya yakni labu, jagung, timun, oyong, singkong, oyong, kacang panjang dan buah pepaya.

"Lahan seluas ribuan meter ini sangat berpotensi sebagai sumber ketahanan pangan warga sekitar," katanya.

Meski baru beberapa bulan dikelola oleh anggota petugas penanganan prasarana & sarana umum (PPSU) Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Camat Kebayoran Lama Iwan K Santoso menuturkan hasil panen dari kebun sudah bisa dinikmati warga sekitar.

"Kebun Keyla baru berjalan tiga bulan tapi sudah menghasilkan hasil bumi yang cukup baik. Di samping itu, manfaat kebun sudah dirasakan oleh warga sekitar," ujar Iwan.

Baca juga: PKK DKI gelar gerakan Sejuta Tanaman Sehat untuk penuhi kebutuhan gizi

Iwan menambahkan beberapa sayuran kerap dijual ketika ada kegiatan bazar. Pengelolaan kebun sendiri dilakukan oleh warga dan PPSU.

Terlebih, Iwan menyampaikan kebun ini juga difasilitasi dengan budidaya ikan hingga bisa menikmati hasil perkebunan yang diolah menjadi makanan.

"Di sini juga ada budidaya ikan yang nantinya bisa dinikmati bersama dan saat ini kudapan pecel sayur hingga sambal kacang yang kita makan sekarang adalah hasil dari perkebunan di sini," ujar Iwan.