Pemkot Jakut sosialisasi sembilan nilai antikorupsi ke siswa sekolah

Pemerintah Kota Jakarta Utara melalui Inspektorat Pembantu menyosialisasikan sembilan nilai antikorupsi kepada siswa sekolah di Jakarta Utara sebagai rangkaian kegiatan Hari Anti Korupsi Sedunia 2022 yang diperingati setiap 9 Desember.

Inspektur Pembantu Kota Jakarta Utara Junjung Hapoltakan dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan sembilan nilai antikorupsi di antaranya jujur, peduli, mandiri, disiplin, bertanggung jawab, kerja keras, berani, sederhana, dan adil, ditanamkan melalui kegiatan Gebyar Anti Korupsi.

"Itu yang mau kami tumbuh kembangkan agar bisa dicermati, dimaknai, dan tertanam di dalam jiwa anak-anak sekolah," ujar Junjung Hapoltakan.

Gebyar Anti Korupsi dilaksanakan selama tiga hari mulai 2 November sampai 4 November 2022 di tiga sekolah yaitu SMK 1 Perguruan Cikini (Rawa Badak Utara, Koja), SMKN 56 Jakarta (Pluit, Penjaringan), dan SMAN 13 Jakarta (Rawa Badak Utara, Koja)

"Hari ini adalah peluncuran awal Bus Anti Korupsi di Jakarta Utara yang selanjutnya akan berkeliling di tiga sekolah tersebut. Kegiatan ini berlangsung berdasarkan kerja sama dan gotong royong dari seluruh unit kerja perangkat daerah (UKPD) dan jajaran Sudin Pendidikan Wilayah 1 dan 2 di Jakarta Utara," kata Junjung Hapoltakan.

Dengan kehadiran Bus Anti Korupsi yang berkeliling memberi penyuluhan informasi tentang antikorupsi itu, Junjung berharap dapat menjadi pengingat dan motivasi bagi pelajar Jakarta Utara untuk tidak melakukan tindakan yang merugikan seperti halnya bolos sekolah, mencontek, dan main telepon seluler saat jam pelajaran.

Selain Bus Anti Korupsi, Gebyar Anti Korupsi juga diisi kegiatan untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini lewat dialog anti korupsi, perpustakaan keliling, lomba edukatif, dan kegiatan lainnya.

Ia mengungkapkan sasaran utama dari acara Gebyar Anti Korupsi adalah pelajar Jakarta Utara mulai dari tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan.

Dengan begitu, ia menaruh harapan besar agar pada waktunya nanti para generasi penerus bangsa ini lebih siap menghadapi tantangan dan bisa menjadi pemimpin yang tangguh serta memegang teguh sembilan nilai anti korupsi dalam kehidupannya.

Salah seorang peserta kegiatan Gebyar Anti Korupsi siswi Kelas VI SD Negeri Rawa Badak Selatan 03 Bernika merasa senang bisa menyalurkan hobi menggambar dalam kegiatan tersebut.

"Setelah selesai menggambar, kita juga bisa langsung masuk ke dalam Bus Anti Korupsi untuk mendapatkan informasi tentang nilai-nilai antikorupsi dan juga diberikan hadiah coklat apabila bisa menjawab pertanyaan," kata Bernika.
Baca juga: KPK ingatkan pejabat tidak korupsi anggaran untuk kesejahteraan petani
Baca juga: Veteran RI: Implementasi nilai-nilai Pancasila cegah korupsi
Baca juga: Firli nyatakan korupsi bertentangan dengan Pancasila