Pemkot Jayapura gelar pesta seni budaya lestarikan bahasa lokal

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura menggelar Pesta Seni dan Budaya Port Numbay untuk melestarikan bahasa lokal dari 10 kampung adat di wilayah tersebut.

Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey di Jayapura, Rabu, mengatakan kemajuan begitu cepat yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Papua tersebut berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

"Namun juga berdampak pada berkurangnya penutur bahasa lokal (asli) khususnya pada 10 kampung adat di Kota Jayapura," katanya.

Menurut Frans, dari hasil penelitian Balai Bahasa Provinsi Papua bersama Pemkot Jayapura, hingga 2021 ada beberapa kampung di mana penutur bahasa lokal hanya tersisa orang yang sudah berusia dewasa atau 30 ke atas.

Baca juga: Kwarcab Pramuka Kota Jayapura kirim 16 peserta ke Jambore Nasional XI

"Sehingga jika bahasa asli tidak diwariskan kepada generasi muda maka bahasa itu akan punah," ujarnya.

Dia menjelaskan bahasa atau budaya merupakan identitas suatu daerah sehingga penting tetap dijaga dan dipelihara.

"Kami harap bahasa lokal dari masing-masing kampung dapat masuk dalam kurikulum belajar di sekolah yang ada pada kampung adat," katanya lagi.

Dia menambahkan hal tersebut penting untuk melestarikan bahasa lokal dan budaya sehingga langkah konkret yang dilakukan ialah mulai mengajari anak-anak mulai dari keluarga hingga ke bangku pendidikan.

Baca juga: Komunitas kreatif anak muda Papua gelar seni kreasi di Jakarta

Dengan demikian pihaknya berharap melalui pesta seni dan budaya dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengangkat dan melestarikan bahasa lokal dan nilai budaya Port Numbay.

Pesta seni dan budaya digelar oleh Pemkot Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat dibuka oleh Penjabat Wali Kota Jayapura Frans Pekey, Rabu (3/8)

Selain itu juga diadakan lomba bernyanyi dengan bahasa daerah, cerita rakyat menggunakan bahasa daerah dan lomba melukis ornamen dimulai 3-5 Agustus 2022 dalam rangka memperingati HUT Ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara itu 10 kampung adat di Kota Jayapura yakni Kayu Pulo, Kayu Batu, Tobati, Enggros, Nafri, Skouw Sae, Skouw Mabo, Skouw Yambe, Kampung Waena dan Kampung Yoka.

Baca juga: Pemkot Jayapura rekrut 700 tenaga kerja untuk program padat karya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel