Pemkot Kendari mulai salurkan BLT BBM tambahan 1.488 KPM

Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tambahan dampak penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sebanyak 1.488 Kelompok Penerima Manfaat (KPM).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di Kendari, Selasa mengatakan bantuan sebesar Rp300 ribu tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah mengurangi beban yang dialami masyarakat akibat dampak penyesuaian harga BBM.

"Alhamdulillah data-data kita dianggap memadai, kami mendapatkan persetujuan sebanyak 1.488 KPM tambahan setelah kita usul kembali," katanya.

Pemerintah Kota Kendari kembali menyalurkan BLT BBM untuk 1.488 KPM. Penyerahan itu diberikan secara simbolis oleh Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir di Kantor PT. Pos Indonesia Cabang Utama Kendari.

Baca juga: Yogyakarta alokasikan BLT BBM dari APBD Perubahan untuk 4.276 penerima

Baca juga: 40.286 KPM di Jakpus terima bantuan tunai BBM dan BSP

Dia menyampaikan, bantuan perlu diberikan menyusul kenaikan harga mulai merambah ke berbagai sektor dampak penyesuaian harga BBM, yang menyebabkan situasi ekonomi kian sulit akibat dampak inflasi.

“Sekarang sudah banyak negara yang kesulitan, tapi kenaikan harga bukan hanya terjadi di kita Indonesia tapi juga di seluruh dunia bahkan negara-negara sebelah kita inflasinya sudah di atas 10 persen,” ucap wali kota.

Pemerintah Kota Kendari bekerja sama dengan PT Pos setempat telah menyalurkan sekira 94 persen bantuan BLT BBM kepada
16.258 KPM untuk tahap pertama yang mulai dilakukan sejak 8 September 2022 lalu

“Yang bapak-ibu perlu tahu, yang menerima sekarang ini adalah tambahan karena kita berhasil menuntaskan yang tahap kemarin makanya kita diberi kesempatan dari pemerintah pusat untuk mengajukan lagi,” ucapnya.

Baca juga: Pemkot Bogor alokasikan anggaran BLT BBM dalam Perubahan APBD 2022
Baca juga: Kapuas Hulu anggarkan Rp4,9 miliar untuk penanganan dampak inflasi

Kepala Dinas Sosial Kendari Abdul Rauf mengatakan dengan adanya tambahan KPM BLT BBM di daerah itu maka jumlah penerima secara keseluruhan menjadi 17.746 KPM.

Dia menyebut sejauh ini penyaluran BLT BBM tahap pertama yang berjumlah 16.258 KPM sudah mencapai 94 persen, yang penyalurannya melalui Kantor Pos Indonesia.

"Belum 100 persen karena ada beberapa data KPM yang sudah meninggal dunia ataupun pindah domisili dari data awal yang di-input pada data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS)," kata Rauf.

Dia berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik-baiknya oleh warga penerima bansos untuk pemenuhan kebutuhan pokok sehingga tujuan dari program ini terwujud.

"Kita mengajak pak lurah setempat dapat menyampaikan informasi penerimaan BLT BBM ini kepada warganya agar bisa menerima haknya, jika terdaftar sebagai penerima,” kata Abdul Rauf.

Baca juga: Sebanyak 41.352 keluarga di Aceh Timur terima BLT BBM

Baca juga: Jumlah penerima BLT BBM di NTB bertambah 475 ribu orang

Baca juga: Kantor Pos Kudus antarkan BLT BBM ke rumah KPM yang sakit