Pemkot: Kota Palu dapat kuota 500 perawat bekerja di Jepang lewat SSW

Pemerintah Kota Palu mengatakan ibu kota Sulawesi Tengah itu mendapat kuota 500 lulusan perawat untuk bekerja di Jepang lewat program Specified Skilled Worker (SSW) atau skema pekerja keterampilan khusus perawat.

"Tahun 2022 Kota Palu mendapat 500 kuota perawat menjadi tenaga kerja khusus di Jepang berkat kerja sama dibangun Pemkot Palu dan lembaga ISO Jepang," kata Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan, untuk bekerja di luar negeri harus dibarengi keterampilan memadai sesuai disiplin ilmu dibutuhkan, dan paling utama menguasai bahasa dan budaya negara tujuan kerja.

Sebelum membuka peluang kerja, Pemkot Palu melakukan sosialisasi di perguruan-perguruan tinggi keperawatan guna menarik minat lulusan perawat mengikuti program tersebut.

"Ini salah satu upaya Pemkot membuka kesempatan kerja skala internasional kepada warga lokal, ​​dengan tujuan mengurangi angka pengangguran terbuka," ujar Hadianto.

Baca juga: Indonesia tunggu rincian pekerjaan dari program SSW Jepang

Baca juga: Pemkot Palu siap mulai pelatihan bahasa asing tenaga kerja ke Jepang

Oleh karena itu, bagi warga yang berminat segera menyiapkan diri karena dalam perekrutan nanti banyak tahapan yang harus dilalui, mulai dari pendaftaran, pelatihan penguatan keterampilan selama tiga bulan, hingga uji sertifikasi bahasa negara tujuan kerja yang ditangani langsung lembaga ISO Jepang.

Dari program SSW ini, posisi Pemkot Palu memfasilitasi warga mendapat kesempatan kerja di luar negeri sesuai kriteria-kriteria diharapkan pasar kerja Jepang.

"Mental dan etos kerja sudah harus dipersiapkan, maka manfaatkan peluang ini sebaik mungkin. Informasi pendaftaran segera disampaikan setelah tahap sosialisasi selesai," ucap Hadianto.

Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. ANTARA/Moh Ridwan
Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid. ANTARA/Moh Ridwan

Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu Setyo Susanto mengemukakan, program SSW khusus keperawatan dapat diikuti minimal lulusan dengan ijazah Diploma 3 (D3).

Yang mana, pendaftaran dibuka melalui daring menggunakan kanal khusus dengan skema tes wawancara, ujian, lalu pelatihan penguatan keterampilan dan bahasa asing.

"Berbeda dengan perekrutan sebelumnya didahulukan pelatihan karena perekrutan umum. Perekrutan SSW khusus keperawatan diawali tes wawancara sebab mereka sudah memiliki ijazah," tutur Setyo.

Ia membagikan, perekrutan program SSW untuk umum rencananya di buka pada Juli mendatang.

"SSW gelombang pertama tahun 2021 kurang lebih 150 orang dinyatakan lulus, dan pengiriman tenaga kerja ke Jepang bulan ini kurang lebih 20orang. Insya Allah akan berlanjut sehingga target 150-an orang bisa terpenuhi," demikian Setyo.

Baca juga: Peserta SSW asal Palu mulai dikontrak perusahaan asing

Baca juga: 154 peserta SSW asal Palu dikirim ke Jakarta dalami bahasa Jepang

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel