Pemkot Madiun susun rencana induk kepariwisataan daerah 2020-2035

Budisantoso Budiman
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur menyusun Rencana Induk Kepariwisataan Daerah Kota Madiun Tahun 2020-2035 guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di wilayah setempat.

"Penyusunan rencana induk pariwisata ini penting sebagai arah perkembangan pariwisata di Kota Madiun," ujar Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun Agung Sulistya Wardani dalam rakor penyusunan Rencana Induk Kepariwisataan Daerah Kota Madiun, di ruang 13 Balai Kota Madiun, Rabu.

Dalam penyusunan tersebut dibahas tentang pemetaan pariwisata dengan berbagai jenisnya, kemanfaatan, hingga dampak kepada masyarakat.

Kota Madiun saat ini memang sedang membangun sejumlah destinasi baru yang diharapkan bisa menarik kunjungan masyarakat daerah sekitar. Pembangunan destinasi baru tersebut penting, karena Kota Madiun minim akan potensi wisata alam.
Baca juga: Pemkot Madiun kembangkan potensi wisata budaya dan religi


Adapun sejumlah destinasi baru yang sedang dibangun, di antaranya adalah Pahlawan Street Center, Taman Sumber Wangi, Sentra Kuliner Rimba Darma, Bumi Perkemahan Ngrowo Bening, Sunday Market Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, dan lain sebagainya.

Pemkot Madiun juga sedang membangun jalur wisata sepeda. Jalur tersebut terbagi menjadi tiga jarak tempuh, yakni dekat (15 kilometer), sedang (20 kilometer), dan jauh (25 kilometer). Jalur sepeda tersebut akan menghubungkan destinasi wisata di Kota Madiun.

Selain itu, juga menghubungkan potensi di tiap kelurahan. Pemerintah Kota Madiun telah menggelontorkan dana sebesar Rp261 juta per kelurahan untuk pembangunan lapak UMKM. Nantinya, jalur sepeda dilewatkan lapak tersebut untuk meningkatkan perekonomian lokal.

Setelah disusun, rencana induk kepariwisataan daerah dipandang memiliki posisi strategis sebagai pedoman penentuan penyelenggaraan kepariwisataan di Kota Madiun.

Rencana induk kepariwisataan juga sangat vital, karena akan menjadi panduan pengembangan pariwisata dan sistem tata kelolanya di Kota Madiun.

Pemkot ingin dengan rencana induk tersebut diharapkan pengembangan pariwisata Kota Madiun semakin optimal, sehingga mampu mendongkrak pendapatan asli daerah, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Baca juga: Menjadikan wisata Kota Madiun aman dikunjungi pada masa normal baru
Baca juga: Madiun tutup sementara semua objek wisata