Pemkot Malang Yakin Herd Immunity Terbentuk Setelah Vaksinasi

Syahrul Ansyari, Lucky Aditya (Malang)
·Bacaan 1 menit

VIVA - Pemerintah Kota Malang yakin kekebalan kelompok atau herd immunity terbentuk setelah seluruh tahapan vaksinasi dirampungkan. Saat ini, mereka sedang mempercepat vaksinasi untuk tenaga kesehatan sebanyak 12.520 pada Februari 2021.

Setelah vaksin Sinovac COVID-19 tiba di Kota Malang, pada Senin, 25 Januari 2021, mereka langsung melakukan penyuntikan vaksin kepada 12 tokoh di kota ini secara simbolis. Selanjutnya, secara berkala mereka akan melakukan vaksinasi sampai 12.520 tenaga kesehatan selesai disuntik vaksin.

"Sangat efektif manakala semua masyarakat yang memenuhi kriteria untuk divaksin tercapai sebesar 70 persen. Itu yang disebut herd immunity atau kekebalan kelompok. Akan terbentuk setelah vaksinasi," kata Jubir Satgas COVID-19 Kota Malang, dr Husnul Mu'arif, Jumat, 29 Januari 2021.

Baca juga: Menkes Ingin Vaksinasi COVID-19 di Yogyakarta Jadi Contoh Nasional

Data di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang. Masyarakat umum yang berhak disuntik vaksin sebanyak 571 ribu jiwa.

Mereka akan diseleksi sesuai kriteria penerima vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan. Seperti tidak pernah terpapar COViD-19 hingga berusia 18-59 tahun. Mereka juga sedang menunggu petunjuk teknis untuk vaksinasi tahap selanjutnya.

"Jumlah itu nanti yang akan jadi sasaran Pemkot Malang untuk tercapainya herd immunity. Juknisnya (petunjuk teknis) kita tunggu Kemenkes," ujar Husnul.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya, dr Djoko Heri Hermanto, mengatakan pembentukan antibodi pasca vaksinasi dapat menekan angka penularan COVID-19 di Kota Malang. Vaksin sinovac menurutnya memiliki efikasi penularan virus sebesar 65,3 persen.

"Kalau semua tahapan vaksinasi dijalankan. Nanti itu bisa menurunkan angka penularan di Kota Malang. Tapi untuk penurunan angka penularannya masih belum bisa dipresentasekan. Tetapi diharapkan dengan vaksinasi secara menyeluruh di Kota Malang. Maka tiap masyarakat di dalam tubuhnya terbentuk antibodi sebesar 65,3 persen," tutur Djoko. (ase)