Pemkot Mataram diminta siapkan 25.000 kamar untuk tamu MotoGP

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, diminta untuk menyiapkan 25.000 kamar rumah penduduk yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kuota 70.000 tamu MotoGP yang akan berlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah pada 20 Maret 2022.

"Jumah kamar yang diminta itu akan kami koordinasikan dengan lurah dan camat terkait kesiapan dari rumah warga yang bisa dijadikan penginapan alternatif tamu MotoGP," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Rabu.

Pernyataan itu disampaikannya seusai mengikuti rapat koordinasi perdana persiapan MotoGP dengan tim dari Hospitality of Indonesia Network (HIN) di Kantor Wali Kota Mataram.

Baca juga: Fasilitas karantina bagi penonton MotoGP Sirkuit Mandalika disiapkan

Ia mengatakan, kebutuhan kamar atau tempat tidur yang disampaikan tim dari HIN tersebut akan dikoordinasikan secara internal lagi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait lainnya termasuk lurah dan camat.

Dengan melihat kondisi perumahan penduduk di Kota Mataram, kesiapan untuk 25.000 tempat tidur tidak memungkinkan. Tapi pihaknya akan berusaha menyiapkan secara maksimal berapapun rumah yang siap menjadi penginapan alternatif. "Termasuk kos-kosan yang kosong akan kami data dan ini bisa menjadi peluang bagi masyarakat," katanya.

Untuk melakukan pendataan ini, lanjutnya, lurah dan camat akan melakukan sosialisasi kepada warganya. Warga yang memiliki rumah atau kos-kosan yang dinilai layak bisa melapor, mendaftar langsung aparat setempat, atau daftar melalui aplikasi yang sudah disiapkan.

"Kriteria dasar rumah yang bisa menjadi penginapan alternatif tamu MotoGP antara lain, ada tempat tidur dan kamar mandi serta tempat makan di sekitarnya," katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR sebut Sarhunta alternatif akomodasi penonton MotoGP

Memang dari HIN menyebutkan juga ada atraksi di sekitar penginapan agar bisa menjadi daya tarik bagi para tamu. "Tapi itu tidak menjadi syarat wajib. Yang penting ada tempat tidur dan kamar yang representatif," katanya lagi.

Menyinggung masalah tarif rumah warga, Denny, mengatakan, diharapkan harganya di bawah tarif hotel. Misalnya, hotel melati tarifnya Rp125.000, rumah penduduk diharapkan Rp75.000-100.000, per malam. "Untuk kepastian masalah tarif, akan kami bahas lebih lanjut termasuk regulasi lainnya," katanya.

Sementara Vice President Travel Management HIN Susy Napitupulu mengatakan, pihaknya akan melakukan promosi terhadap rumah warga yang bisa menjadi penginapan tamu MotoGP, setelah tim dari Pemerintah Kota Mataram menentukan.

"Warga yang bersedia rumahnya menjadi penginapan alternatif, bisa mengisi formulir dalam aplikasi yang sudah kita siapkan," katanya.

Formulir tersebut, katanya, memang sedikit detail terkait kondisi kamar misalnya, apakah tersedia satu atau dua tempat tidur, menggunakan kipas angin atau AC, kamar mandi di luar atau dalam serta lainnya.

"Hal itu dimaksudkan untuk memudahkan calon tamu yang akan menginap di salah satu rumah milik warga di Kota Mataram. Harapan kita, Mataram bisa siapkan 25.000 kamar sesuai target," ujarnya.


Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel