Pemkot Pekalongan ajak pelaku usaha wujudkan industri hijau

Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengajak pelaku usaha bisa mewujudkan "industri hijau" dengan mengelola sisa limbah dan tidak dibuang tidak pada tempatnya.

"Kami mengajak pelaku usaha berkomitmen mengelola limbah buangan sesuai baku mutu sebelum dibuang di sekitar lingkungan," kata Wali Kota Pekalongan Afzan Arslam Djunaid di Pekalongan, Kamis.

Menurut dia, pemkot telah membangun sejumlah instalasi pengolahan air limbah komunal di lingkungan industri Kampung Batik.

Namun hal tersebut, kata dia, belum sepenuhnya optimal karena kondisi sungai masih dipenuhi dengan limbah yang belum dikelola dengan baik.

"Oleh karena itu, perlu adanya kesadaran bersama sama-sama mengolah limbah supaya tidak mencemari lingkungan sekitar," kata Afzan Arslan.

Dikatakan, di sejumlah industri kecil dan menengah masih banyak limbah hasil produksi dibuang ke sungai maupun selokan yang menyebabkan kotor dan berbau.

Pengelolaan limbah ini, kata dia, bukan hanya tugas pemerintah saja namun juga ada komitmen dan tanggung jawab bersama untuk saling menjaga agar tidak mencemari lingkungan.

"Kami ingin ekonomi masyarakat tetap jalan baik dari usaha batik, UMKM, maupun industri kecil dan menengah tetap laris namun lingkungan juga tetap terjaga," katanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Pekalongan Sri Budi Santoso mengatakan pihaknya siap melakukan pelatihan "Produksi Bersih" pada para pelaku industri kecil da menengah maupun sektor tekstil.

"Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengampanyekan tentang pentingnya produksi bersih dalam proses pengolahan usaha yang dikelola IKM agar mereka terus memperhatikan ramah lingkungan. Hal ini kami nilai penting agar supaya daya dukung lingkungan di daerah bisa bertahan dalam jangka panjang untuk menjaga keberlangsungan industri kecil dan menengah," katanya.

Sri Budi Santosa yang akrab disapa SBS mengatakan Kota Pekalongan sedang dihadapkan dengan persoalan terkait dengan pencemaran air dan lingkungan lainnya yang disebabkan oleh sejumlah faktor.

"Oleh karena, kami perlu terus mengampanyekan produksi bersih dengan membangun kesadaran produsen maupun masyarakat terhadap pentingnya memilah produksi yang ramah lingkungan," katanya.

Baca juga: Pekalongan prioritaskan pekerja informal terlindungi BP Jamsostek

Baca juga: Pemkot Pekalongan apresiasi IIDI sosialisasi pencegahan stunting

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel