Pemkot Samarinda apresiasi konsep Pasar Ramadhan ramah alam

M. Hari Atmoko
·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur memberikan apresiasi kepada komunitas flora dan fauna di wilayah setempat dengan gagasan kreatif menggelar Pasar Ramadhan dengan konsep ramah alam, yakni Samarinda Flora dan Fauna and Food Festival (Safanna).

Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi di Samarinda, Jumat, mengatakan ide kreatif seperti ini hendaknya bisa menjadi agenda rutin, bahkan tidak hanya dilakukan setahun sekali di Bulan Ramadhan, namun bisa dilaksanakan dua atau tiga kali dalam setahun.

"Masyarakat perlu hiburan yang berkualitas dan tentunya bisa mendidik seperti di Safanna ini, dengan kegiatan ngabuburit atau menunggu saat Magrib, sembari bisa melihat aneka ragam tanaman hias dan sejumlah satwa-satwa dari beragam jenis," katanya usai membuka Safanna di Kolam Ulin Arya, Jalan PM Noor Kota Samarinda.

Pada kesempatan itu, ia meninjau sejumlah tenan komunitas satwa, seperti jenis reptil, ular, iguana, kucing, hingga kuda yang menjadi ikon berswafoto pengunjung.

Ia juga sempat membeli sejumlah tanaman hias untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh di rumah.

"Kebetulan saya tertarik dengan tanaman hias tersebut sebagai hiasan di rumah," kata Rusmadi.

Baca juga: Disdag : Operasi pasar di Surabaya efektif stabilkan harga sembako

Pemilik Kolam Ulin Arya, Sheila Achmad, mengatakan festival tanaman hias, hewan peliharaan, dan Pasar Ramadhan ini berlangsung 10 hari, yakni 23 April-2 Mei 2021, dengan menghadirkan total 45 tenan mencakup tanaman hias, hewan peliharaan, dan tenan Pasar Ramadhan.

Pihaknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat kepada para pengunjung, antara lain kewajiban memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, dan penyanitasi tangan, serta mengatur para pengunjung untuk tidak saling berdekatan atau menghindari kerumunan.

Dia mengatakan tanaman hias dan hewan peliharaan ada yang diperjualbelikan dengan harga yang beragam, dengan nilai terkecil lima ribu rupiah untuk satu tanaman hias.

"Untuk tiket masuk dikenakan tarif Rp10.000 rupiah per orang dan para pengunjung juga bisa melakukan foto bersama hewan favorit mereka, dengan tarif Rp30.000 rupiah sekali foto, selain itu kami juga menyediakan 'door price' kepada para pengunjung," katanya.

Ahmad Sultoni, salah pengunjung, mengaku ke lokasi itu karena desakan anaknya yang ingin melihat sejumlah hewan peliharaan dan satwa- satwa langka.

"Anak- anak ingin berfoto bersama burung, makanya saya datang ke sini, cukup baguslah untuk hiburan keluarga sembari menunggu berbuka puasa," kata dia.

Baca juga: Gubernur : Tidak ada pasar senggol dan tumbilotohe tahun ini
Baca juga: Yogyakarta ingatkan perketat pelaksanaan prokes di Pasar Ramadhan
Baca juga: Cegah penyebaran COVID, Bandarlampung tiadakan pasar murah Ramadhan