Pemkot Samarinda memperpanjang penutupan Jembatan Mahkota II

·Bacaan 1 menit

Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur memperpanjang masa penutupan akses Jembatan Mahkota II, setelah sebelumnya berencana membuka kembali operasional jembatan yang menghubungkan Kecamatan Sambutan dengan Kecamatan Palaran dan Samarinda Seberang menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah.

Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan, Selasa, kebijakan memperpanjang penutupan jembatan sesuai dengan arahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan mempertimbangkan faktor keselamatan masyarakat.

Baca juga: Jembatan Mahkota II Samarinda "cable stayed" terpanjang di Indonesia

"Keputusan ini diambil berdasarkan surat balasan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Pembangunan Jembatan kepada Pemkot Samarinda perihal tindaklanjut Jembatan Mahkota Kota II yang beberapa waktu lalu mengalami abrasi di salah satu pilar jembatan," kata Andi Harun.

Andi Harun menjelaskan Kementerian PUPR mengirimkan surat bernomor 620/100.07/26/2021 terkait beberapa hal yang harus dituntaskan oleh Pemkot Samarinda untuk membuka kembali membuka akses jembatan Mahkota II.

Baca juga: Penabrak Jembatan Mahakam di Samarinda diminta ditindak tegas

" Kami sudah melaporkan ke kementerian terkait kondisi jembatan, terkecuali masalah pengecekan keretakan, karena masih menunggu peralatan dari Jakarta," kata Andi Harun.

Andi Harun menyadari keinginan masyarakat khususnya di kawasan Palaran, Sambutan dan Samarinda Seberang yang berharap jembatan segera berfungsi.

“Saya beserta jajaran Pemkot Samarinda mohon pengertian dan kesabaran warga,” tuturnya.

Baca juga: Jembatan Mahakam IV Samarinda siap beroperasi awal 2020

Ia menegaskan dalam kurun satu bulan setengah atau 6 minggu, akan ada keputusan final kapan jembatan akan dibuka.

“Kalau sisi teknis sebenarnya sudah bisa. Kecuali soal keretakan yang harus analisa menggunakan crack detection microscope nantinya akan direkomendasi lagi,” kata Andi Harun.

Jembatan Mahkota II mulai ditutup oleh Pemkot Samarinda pada 26 April 2021, karena sebelumnya mengalami abrasi di sekitar pilar jembatan dan sempat mengalami pergeseran pondasi pilar jembatan.

***1***