Pemkot Solo liburkan sekolah pada hari pertama Muktamar Muhammadiyah

Pemerintah Kota Solo meliburkan sekolah pada hari pertama pelaksanaan Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada 18 November 2022.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surakarta Dian Rinetta di Solo, Jawa Tengah, Kamis, mengatakan libur sekolah yang hanya dilakukan selama satu hari tersebut dilakukan karena sejumlah gedung sekolah digunakan untuk lokasi istirahat para penggembira.

"Sesuai hasil rapat, nanti hari Jumat (18/11) belajar di rumah. Untuk tanggal 19 dan 20 November kan memang tidak masuk karena hari Sabtu dan Minggu," katanya.

Beberapa sekolah yang akan digunakan untuk transit para penggembira Muktamar Muhammadiyah di antaranya yang berada di sepanjang Jalan Adi Sucipto hingga mendekati Jalan Slamet Riyadi.

Selain itu, ada beberapa sekolah di sekitar Stadion Manahan yang juga akan digunakan untuk transit para penggembira, di antaranya SMP 1, SMP 24 dan SMP 25.

Baca juga: Ribuan santri Andong Boyolali ikuti pawai sambut Muktamar Muhammadiyah

Baca juga: Aisyiyah dorong Pemilu 2024 yang berkeadaban

"Ada banyak sekolah ini, kami masih jalan terus karena pesertanya juga masih nambah terus informasinya dari panitia," katanya.

Selain sejumlah sekolah yang akan digunakan untuk para penggembira, dikatakannya, selama tiga hari tersebut diperkirakan sejumlah ruas jalan akan padat kendaraan menyusul banyaknya jumlah peserta Muktamar Ke-48 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah.

"Kalau kami paksakan masuk jalannya juga akan penuh sekali. Kasihan yang mengantar dan menjemput karena perjalanan juga sangat macet di beberapa titik," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengatakan panitia membutuhkan banyak tempat untuk transit para partisipan muktamar.

"Termasuk untuk dapur umum. Kalau pas pembukaan di Manahan memang kami butuh tempat transit, yang jelas kami siapkan untuk transit tamu-tamu muktamar. Memang tamunya banyak banget, penggembira yang banyak," katanya.

Baca juga: Pemkab Boyolali siap dukung Muktamar Ke-48 Muhammadiyah

Baca juga: Anwar Abbas sebut kepemimpinan Muhammadiyah harus kolektif kolegial