Pemkot Surabaya Bangun Asrama untuk Anak- Anak Korban Covid-19

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya bangun asrama untuk menampung anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena terpapar Covid-19.

"Di sana (asrama) itu, kami dapat memantau perkembangan mereka," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi usai mengunjungi beberapa kediaman anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tuanya karena COVID-19 di Surabaya, Sabtu (21/8/2021).

Pemerintah, kata Eri, juga akan menjamin pendidikan mereka hingga perguruan tinggi.

"Mereka bisa tinggal di asrama jika mereka mau," ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Untuk anak-anak yang tidak mau tinggal di asrama itu, Pemkot Surabaya tetap akan menjamin pendidikannya.

"Tidak hanya pendidikan saja, tapi bagaimana mereka semua akan mempunyai keterampilan agar dapat bersaing nantinya," katanya.

Berdasarkan data Pemkot Surabaya, ada sekitar 1.400 keluarga yang anggotanya meninggal karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, sekitar 600-an keluarga sudah disurvei Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya, sedangkan sisanya masih didata.

Pendidikan dan Kesehatan yang Layak

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP5A Surabaya Antik Sugiharti mengatakan pihaknya memastikan anak-anak tersebut bisa mendapatkan pendidikan, kesehatan dan hak pengasuhan yang layak.

"Mereka harus ada keluarga yang bisa mengasuh, bisa melindungi dan menjaga. Kalau tidak, maka Pemkot akan memberikan tempat (asrama) yang bisa digunakan anak tersebut untuk tinggal," kata Antik.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel