Pemkot Surabaya berdayakan warga eks Dolly lewat padat karya

Pemerintah Kota Surabaya memberdayakan warga eks lokalisasi Dolly yang memiliki penghasilan setiap bulan di bawah Rp2 juta melalui program padat karya di kawasan Wisata Dolly.

Camat Sawahan Kota Surabaya Yunus di Surabaya, Kamis, mengatakan Pemkot Surabaya melakukan penataan menyeluruh kawasan eks lokalisasi Dolly yang berada di Jalan Kupang Gunung Timur, Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

"Artinya, seluruh objek yang ada di sepanjang Jalan Kupang Gunung Timur dikoneksikan dan dapat saling mendukung," kata dia.

Menurut dia, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi sudah menyampaikan bahwa tahun ini kawasan Dolly akan berubah.

Baca juga: Surabaya bangun eks lokalisasi Dolly menjadi kawasan ramah anak

Baca juga: Eks lokalisasi Dolly Surabaya jadi kawasan produktif

"Jadi, satu spot satu dengan yang lain sepanjang Gang Dolly terkoneksi dan yang terpenting manfaatnya bisa dirasakan masyarakat sekitar," kata Yunus.

Untuk itu, Yunus mengaku telah menginstruksikan jajarannya untuk mendata warga RW 6 dan RW 12 yang tinggal di sepanjang Gang Dolly.

Nantinya, kata dia, warga di sana yang memiliki penghasilan di bawah Rp2 juta, akan diberdayakan pemkot melalui program padat karya di kawasan Wisata Dolly.

"Sehingga nantinya perubahan di daerah ini warga tidak hanya menjadi penonton, tapi menjadi pelaku di kawasan wisata ini. Jadi konsep padat karya benar-benar bisa maksimal di kawasan eks lokalisasi Dolly ini," kata dia.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya Irvan Wahyudrajat menjelaskan, bahwa di tahun 2022, Wali Kota Eri menginginkan agar ada pengembangan kawasan Wisata Dolly. Terutama pengembangan atau penataan ulang eks Gedung Wisma Barbara.

"Jadi Pak Wali ingin ada rekonstruksi untuk kawasan ini, baik dari sisi parkir maupun kebangkitan ekonomi, termasuk sejarah Dolly. Kemudian ada working space, ada semacam untuk kegiatan anak-anak muda," kata Irvan.

Irvan menyebut, eks Wisma Barbara yang memiliki enam lantai tersebut akan kembali ditata ulang secara menyeluruh. Bahkan rencananya, di lantai 1 gedung tersebut, akan dilengkapi dengan kafe atau kuliner.

"Kemudian lantai atas untuk produksi (sandal) dan working space," jelasnya.

Irvan mengakui, dalam proses pengembangan kawasan Wisata Dolly, pihaknya tidak bekerja sendiri. Namun, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan sejumlah perangkat daerah (PD) terkait.

Baca juga: Muhammadiyah: Gedung eks lokalisasi Dolly jadi SMP punya nilai manfaat

Baca juga: Mensos bantu 105 tablet untuk siswa di eks lokalisasi Dolly Surabaya