Pemkot Surabaya gencarkan patroli cegah PKL jualan di atas saluran

Pemerintah Kota Surabaya mengimbau camat dan lurah gencarkan patroli rutin di tiap kelurahan Kota Pahlawan, Jawa Timur, guna mencegah pedagang kaki lima (PKL) berjualan di atas saluran air.

"Patroli jangan keliling sekali saja, tugas dibagi, regu satu lewat jalan ini, satunya lagi lewat jalan itu. Ketika ada yang muncul, langsung disingkirkan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui keterangannya di Surabaya, Kamis.

Seperti halnya saluran air depan Sentra Digital Kuliner (SDK) Telkom Ketintang, Kampus Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS), Wali Kota Eri menginginkan agar di wilayah tersebut tidak ada PKL yang berjualan.

Oleh karena itu, Eri memerintahkan camat dan lurah untuk rutin melakukan pengecekan dan patroli agar tidak digunakan untuk PKL.

Jika tidak berpatroli secara rutin di sekitar Ketintang, kata dia, PKL baru akan nekat berjualan di atas saluran. Apabila membiarkan hal itu, secara tidak langsung mengakibatkan perekonomian pedagang di SDK Telkom Ketintang tidak berputar maksimal.

"Itu (PKL baru) kalau dibiarkan di atas saluran, kasihan pedagang yang berjualan di SDK. Tolong diperhatikan Pak Camat dan Bu Camat, saya tiap malam itu keliling. Mobil Satpol PP itu tidak boleh di kantor, harus muter, biar tidak ditempati PKL baru," kata dia.

Wali Kota Eri Cahyadi juga meminta kepada camat dan lurah agar petugas ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) standby di titik rawan yang biasa dijadikan tempat mangkal PKL baru. Dengan harapan, tidak terjadi aksi kucing-kucingan antara petugas trantibum dengan PKL baru.

Jika masih ketahuan ada yang nekat berjualan di atas saluran, lanjut Eri, petugas trantibum harus berani ambil tindakan tegas dengan menertibkan PKL yang nekat berjualan.

Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi itu berpesan kepada camat dan lurah jangan sampai membuat para pedagang di SDK Telkom Ketintang bersedih karena penghasilannya berkurang gegara PKL baru.

"Jadi, jangan sampai ada PKL baru, di atas saluran. Nanti diatur jadwalnya siapa saja yang bertugas pagi dan malam," kata Eri.

Baca juga: PKL Kota Tua gratis biaya dua bulan saat berdagang di gedung Kemenkeu
Baca juga: Pemkot Jakbar benahi gedung milik Kemenkeu untuk tampung PKL Kota Tua