Pemkot Surabaya Larang Warga Menyalakan Petasan di Malam Takbiran

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota Surabaya melarang warga Kota Pahlawan, Jawa Timur, menyalakan petasan pada saat malam takbiran dan Hari Raya Idulfitri. Pihaknya meminta warga untuk mengutamakan takbiran di masjid atau musala masing masing.

"Saya juga ingatkan kembali bahwa dilarang menyalakan petasan pada malam takbiran dan pada saat Hari Raya Idul Fitri," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya Eddy Christijanto di Surabaya dilansir Antara, Minggu (1/5).

Menurut dia, hasil kesepakatan rapat tiga pilar antara Pemkot Surabaya dengan TNI/Polri yakni melakukan patroli keliling di wilayahnya masing-masing, pemantauan pelayanan kesehatan di puskesmas tetap buka dan bahkan ada yang buka 24 jam nonstop.

Selain itu, lanjut dia, camat dan Lurah juga diminta berkoordinasi dengan RT/RW untuk melakukan pemantauan rumah warga yang ditinggal mudik.

"Camat dan Lurah juga diminta untuk menyampaikan kepada RT/RW agar melakukan one gate system di wilayah masing masing," ujar dia.

Eddy juga menegaskan bahwa tiga pilar di Kota Surabaya akan bersama-sama mengantisipasi keramaian di obyek wisata atau pusat perbelanjaan saat libur Lebaran, seperti halnya Kebun Binatang Surabaya (KBS), Kenpark, sekitar kaki jembatan Suramadu, Taman Suroboyo, dan Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran.

"Kendaraan Pemadam Kebakaran juga akan siaga di sekitar lokasi yang menjadi pusat keramaian itu," ujarnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel