Pemkot Tangerang operasikan empat pompa atasi banjir di Periuk

Pemerintah Kota Tangerang Banten mengoperasikan sebanyak empat unit mesin pompa di wilayah Alamanda serta membuka pintu - pintu air di sejumlah bendungan untuk mempercepat surutnya air yang menggenangi wilayah Periuk.

"Kita sudah aktifkan empat pompa dan lima pompa. Satu pompa panelnya masih terendam kalau sudah surut nanti bisa dioperasionalkan juga. Ditambah dengan pompa portable yang akan dioperasikan, di wilayah yang masih terendam," kata Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah saat memantau banjir di wilayah Periuk, Senin.

Dijelaskannya Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya maksimal dalam meminimalkan dampak dari banjir dan juga genangan yang diakibatkan oleh tingginya intensitas curah hujan dalam dua hari di wilayah Tangerang Raya.

Wali Kota Arief menyampaikan beberapa titik yang pada hari Minggu (13/11) banjir sudah mulai surut.

Baca juga: BPBD catat empat kecamatan di Tangerang terdampak banjir

Baca juga: Ratusan warga mengungsi akibat banjir di Kabupaten Tangerang

Dijelaskannya juga pihaknya juga terus melakukan pemompaan di beberapa titik yang banjir seperti di Jembatan Alamanda, Periuk.

"Tadi malam (13/11) ada 10 titik banjir di tiga kecamatan, di Jatiuwung, Cibodas dan Periuk. Tapi sekarang sudah berangsur surut, hanya tinggal beberapa salah satunya di Periuk. Pagi ini wilayah alamanda surat berangsur surut hingga 30 sentimeter," kata dia.

Ia mengungkapkan tingginya intensitas hujan di sebagian wilayah Kota Tangerang dan juga wilayah Kabupaten Tangerang berdampak pada meningkatnya debit air yang masuk di Kali Sabi, Ledug dan Cirarab yang menjadi penampungan air.

Hal ini semakin diperparah dengan banyaknya jumlah sampah yang menghambat laju air di pintu - pintu air.

"Surutnya air juga terkendala karena pintu air di Bendung Sarakan hanya terbuka tiga dari tujuh pintu yang bisa dioperasikan," katanya.

Baca juga: Sungai meluap, 871 KK di Kabupaten Tangerang terdampak banjir

Baca juga: BNPB: 1.252 rumah di Tangerang Selatan terendam banjir