Pemkot Tangsel Launching Laboratorium Inovasi untuk Majukan Layanan Publik

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangsel - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan melaunching Laboratorium Inovasi di Balaikota Tangsel, Kecamatan Ciputat, Senin (21/12/2020).

Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tri Widodo Wahyu Utomo mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi 22 inovasi yang dibuat oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Tangsel.

Terdiri dari enam di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), empat di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dua di Dinas Pariwisata, dua Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah. Lalu dua inovasi lain diciptakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPMP3KAB), dan satu di Dinas Pekerjaan Umum.

Kemudian, hampir di tiap kedinasan juga melakukan inovasi, seperti Dinas Tenagakerja (Disnaker), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Lingkungan Hidup (DLH),Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pendidikan.

"Inovasi dibuat dan bertujuan memajukan pelayanan publik dan tata kelola pemerintah," kata Tri.

Dia juga menambahkan, meskipun inovasi menunjukkan kinerja lebih OPD, akan tetapi kemanfaatan dan kebermaknaan bisa dirasakan masyarakat. "Hakikatnya, inovasi hadir untuk mempermudah dan mempersingkat pelayanan publik untuk kepentingan masyarakat," terangnya.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie menegaskan, inovasi terbentuk dari cara berpikir berdasar aturan. Ada lima tahap pembuatannya, yakni diagnosis, memunculkan ide, kemauan berinovasi, rencana aksi promosi inovasi dan pesan tersampaikan.

"Empat tahapan sudah dilakukan, tinggal tahapan pesan tersampaikan ke masyarakat. Ini yang menjadi evaluasi, bila ditemukan kelemahan, diperbaiki," jelasnya.

Tingkat Inovasi

Ke depan, Pemkot Tangsel bakal terus mendorong para OPD untuk tetap dan meningkatkan inovasi lainnya.

Dia juga menambahkan, inovasi sudah menjadi kebutuhan daerah dalam melayani masyarakat. Jangan sampai 22 inovasi tak terukur output dan outcome-nya, apalagi malah menjadi keluhan masyarakat.

"Alhamdulillah, kami sudah ada 22 inovasi. Hasil inovasi yang ada, akan menjadi perhatian saya untuk dipastikan. Apakah inovasi yang dibuat, dinikmati masyarakat atau tidak? Kalau tidak bermanfaat, saya tidak mau. Soalnya, inovasi hadir untuk dinikmati masyarakat," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: