Pemkot Tangsel Minta TPA Regional Banten Dipercepat, Pemkab Tangerang Tak Tertarik

Merdeka.com - Merdeka.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tangerang tidak tertarik bekerja sama dalam pengelolaan sampah di TPA regional Provinsi Banten, yang rencananya ditempatkan di wilayah Maja, Kabupaten Lebak. Mereka memilih mengelola sendiri sampahnya di TPA Jatiwaringin, Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang.

"Saya kira kalau soal itu, kita (Kabupaten Tangerang) perlu pengkajian kembali, karena kita perhitungan mengenai BBM dan jaraknya juga kan jauh. Menurut saya harus kita kelola saja sendiri di TPA yang ada di Kabupaten Tangerang, jadi kan itu lebih efisien dari sisi pengadaan BBM," ungkap Kepala DLH Kabupaten Tangerang Taufik, Kamis (10/11).

Menurutnya, jika harus memanfaatkan TPA regional di wilayah Lebak, maka biaya operasional pengangkutan sampah dari wilayah Kabupaten Tangerang menjadi lebih mahal. Selain itu, sejumlah armada angkutan sampah milik Pemkab Tangerang mengalami kerusakan.

"Karena jarak lokasi kita jauh, kemudian dengan keterbatasan armada yang kembali mengambil sampah berikutnya bisa kapan lagi. Jadi itu tidak efektif kalau kita buang sampah ke wilayah Lebak. Jadi kita lihat dua hal itu saja yang menjadi kendala," jelasnya.

Dia memaparkan TPA Jatiwaringin masih memadai untuk penampungan sampah 2.000 ton yang dihasilkan dari masyarakat di Kabupaten Tangerang. "Maka Kabupaten Tangerang sendiri masih bisa mengelola sampah sendiri yang ada di TPA jatiwaringin," ucap dia.

Pemkot Tangsel Minta Dipercepat

Sementara itu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan sangat berharap TPA regional di Kabupaten Lebak, segera diwujudkan. Sebab, sampah yang masuk ke TPA Cipeucang di Kecamatan Serpong, sudah melampaui kapasitasnya.

"Dalam kaitan dengan TPA regional baru menunjuk mana saja sebagai titiknya. kalau boleh kita ingin cepat, tapi nanti jadi TPA regional itu kita usulkan ke Banten," ucap Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.

Dia menegaskan, pihaknya siap membeli 30 hektare lahan TPA regional di kawasan Lebak untuk pengelolaan sampah dari Tangsel. "Cepat saja. Idealnya untuk lahan TPA itu kurang lebih 30 hektare, dengan volume sampah yang tentunya Tangsel 1.000 ton per hari, hari ini. Besok dengan jumlah penduduk bertambah dan pemukiman bertambah, kita kan merencanakan untuk 10 sampai 20 tahun ke depan. Usulnya, untuk dengan kabupaten/kota lain, tapi misalkan Tangsel sendiri juga boleh, asalkan ditetapkan Pemprov Banten sebagai TPA regional," ucap dia. [yan]