Pemkot Tangsel Pusing Soal Rencana Penghapusan Ribuan Pegawai Honor

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan belum punya solusi terkait rencana penghapusan Aparatur Sipil Negara (ASN) honorer di tahun 2023. Rencana tersebut berdasarkan Surat Edaran Menpan RB nomor B/185/M.SM.02.03/2022 perihal status kepegawaian di lingkungan instansi Pemerintah Pusat dan Pemda.

"Di mana-mana semua Pemerintah Kota sedang memikirkan itu, yang penting jangan sampai pengangguran meningkat gara-gara (penghapusan tenaga honorer). Kita lihat saja, mudah mudahan ada solusi selain PPPK," kata Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (7/6).

Dia mengaku, jumlah tenaga honorer yang gemuk mencapai 7.000 pegawai di Tangerang Selatan, diharapkan dapat memilih alternatif pekerjaan di sektor non pemerintah. Untuk itu, dia berharap sektor swasta dapat bertumbuh dan mampu menyerap lebih banyak lapangan kerja.

"Kami berharap ada aturan aturan yang bisa menampung. Makanya swastanya harus hidup, kalau swastanya hidup engga hanya mengandalkan kerja di Pemerintah," ujarnya.

Meski begitu, Pilar berharap angkatan kerja di Tangerang Selatan, bisa meningkatkan produktifitasnya di tengah kemajuan teknologi saat ini. Sebab banyak pekerja tidak produktif dalam mencapai tujuan - tujuan perusahaan.

"Yang penting masyarakat kita mau capek, mau kerja. Inikan jadi masalah ada orang yang mau digaji, tapi tidak mau kerja. Tapi insyaAllah di Tangsel, tidak seperti itu," jelasnya.

"Kita pikirkan nanti di sektor swasta, apa di ekonomi kreatif bisa membuka lapangan pekerjaan. Semakin banyak investor masuk kan, semakin banyak lapangan pekerjaan. Jadi masyarakat mindednya enggak hanya kerja di Pemkot tapi mereka bisa swasta," tutup Pilar. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel