Pemkot Tanjungpinang gencarkan stop buang air besar sembarangan

Pemkot Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri), menggencarkan Open Defecation Free (ODF) atau stop buang air besar sembarangan di sungai maupun area terbuka lainnya agar tidak mengkontaminasi lingkungan, tanah, dan air.

"Saat ini masih cukup banyak warga yang buang air besar sembarangan, terutama di kawasan pesisir," kata Wali Kota Tanjungpinang Rahma, di Tanjungpinang, Sabtu.

Ia mengatakan perilaku stop buang air besar sembarangan mengacu kepada peraturan Menteri Kesehatan tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan upaya pendekatan untuk berperilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan masyarakat.

Baca juga: Pemkab Manggarai deklarasikan stop buang air besar sembarangan

Menurut dia, kesehatan masyarakat sangat berkaitan dengan perilaku dan lingkungan. Perilaku berperan penting dalam menentukan derajat kesehatan, karena penyakit dapat dicegah dengan melakukan pola hidup bersih dan sehat.

"Selain itu, lingkungan juga memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan, dengan perilaku hidup bersih dan sehat, maka kesadaran untuk menjaga lingkungan akan ikut dengan sendirinya," ucap Rahma.

Rahma menegaskan bahwa pemkot dan semua jajaran mulai dari camat hingga lurah sudah menandatangani komitmen untuk menjadikan masyarakat bebas dari perilaku buang air besar sembarangan agar tercipta Kota Tanjungpinang yang sehat.

Baca juga: Warga Lebak diminta stop buang air besar sembarangan

Mantan Anggota DPRD Tanjungpinang itu juga meminta camat dan lurah gencar mengimbau warganya untuk menerapkan pola hidup bersih dengan memberikan pemahaman dan edukasi terkait sanitasi kepada masyarakat.

"Dengan pola hidup bersih, maka kesehatan warga dapat terjaga dengan melaksanakan komitmen Tanjungpinang bebas dari buang air besar sembarangan,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Kota Sehat Surjadi mengatakan dari 18 kelurahan se-Tanjungpinang, baru terdapat 6 kelurahan yang saat ini sudah melaksanakan stop buang air besar sembarangan, yakni Kelurahan Seijang, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kelurahan Dompak, Kelurahan Melayu Kota Piring, dan Kelurahan Kampung Bulang.

Baca juga: Temanggung deklarasikan terbebas dari perilaku BAB sembarangan

Pihaknya juga terus berupaya menyediakan fasilitas sanitasi dan air bersih yang mudah diakses di berbagai daerah guna mencegah masyarakat buang air besar sembarangan.

"Semoga masyarakat mempunyai tanggung jawab bersama menjalankan komitmen stop buang air besar sembarangan demi mewujudkan Tanjungpinang bersih dan sehat," ucap Surjadi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel