Pemotor Bakar Angkot Gegara Tak Dikasih Jalan Mau Menyalip

Siti Ruqoyah, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Mobil angkutan umum atau angkot rute Bitung-Jatake di Kabupaten Tangerang hangus terbakar pada Kamis, 22 Oktober 2020, pukul 14.00 WIB. Peristiwa kebakaran pada angkutan dalam kota itupun sempat direkam beberapa pengguna jalan, dan viral di sejumlah media sosial. Seperti, pada akun Instagram @abouttng.

D imana terlihat, api yang melahap seluruh bagian angkot itu. Dalam postingannya, tertera keterangan peristiwa itu terjadi di kawasan Bitung, Tangerang.

Baca juga: Polisi: 8 Orang Jadi Tersangka Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Dikonfirmasi, Kapolsek Curug, Kompol MH Panjaitan menjelaskan peristiwa itu terjadi di Jalan Gatot Subroto, Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

"Betul, kejadiannya kemarin di kawasan Bitung. Mobil angkot trayek 01 dengan nomor polisi B 1536 CTX itu terbakar karena dibakar oleh pengemudi motor," katanya, Jumat, 23 Oktober 2020.

Awal mulanya, pengemudi motor yang berboncengan dengan rekannya ini hendak menyalip angkot tersebut, namun sopir angkot tidak memberikan jalan.

"Mau nyalip, tapi enggak dikasih jalan (oleh sopir angkot), sampai akhirnya mereka saling lihat-lihatan, dan keduanya pun memilih berhenti di kawasan Bitung, tepatnya di depan Indomaret," ujarnya.

Setelah saling berhenti, sopir angkot keluar dengan membawa sebatang besi panjang, dan langsung memukul pengemudi sepeda motor hingga pengemudi mengalami luka di bagain mulut, dan giginya patah.

Selesai berbuat hal itu, sopir angkot pun kabur dan pengemudi motor langsung mengejar sopir. Sampai akhirnya, pengemudi berhasil memberhentikannya.

"Berhasil diberhentikan, pengemudi motor emosi, langsung pecahin kaca, di sana dia lihat korek api yang diduga punya sopir, langsung saja pengemudi ini membakar angkotnya,".

Atas kejadian itu, petugas kepolisian setempat akhirnya berhasil mengamankan keduanya kurang lebih selama satu jam, setelah kejadian. Kedua pelaku berinisial AA (sopir angkot) dan YPW (pengemudi motor).

"Mereka kami tahan, dan masih kami periksa. Kami juga meminta keduanya membuat laporan, agar bisa kami tetapkan sebagai tersangka dengan tindak penganiayaan dan perusakan barang," ungkapnya. (ren)