Pemotor Trail Ini Ternyata Jenderal TNI Mantu Pendiri Gultor Kopassus

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Serombongan pasukan militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) melintas di jalanan kota Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Mereka melaju secara berkonvoi dengan sepeda motor trail.

Dari penampakan rombongan tentara bermotor trail ini bisa dipastikan mereka bukan sedang touring ala anak-anak motor sekarang. Sebab, para prajurit TNI itu bermotor dengan mengenakan seragam TNI lengkap dengan sepatu dinas lapangan. Hanya ada satu dua saja yang memakai sepatu trail.

Konvoi melaju rapi dengan formasi memanjang, seorang pemotor paling depan adalah Polisi Militer (PM). Ada yang menarik perhatian VIVA Militer dari rombongan itu, yakni salah satu tentara itu terlihat membonceng seorang pemuda bercelana pendek.

Tak disangka ternyata tentara bermotor yang membonceng pemuda berbaju putih itu adalah orang nomor satu di tubuh Komando Daerah Militer IX/Udayana, dia adalah Mayor Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Dan pemuda yang diboncengnya adalah putranya.

Jenderal TNI berdarah Komando Pasukan Khusus (Kopassus) jebolan Akademi Militer (Akmil) 1992 ini berkonvoi dengan motor trail dengan pasukannya bukan mau jalan-jalan di Kupang.

Tapi, mantu dari Jenderal TNI (HOR) Luhut Binsar Pandjaitan sang pendiri Satuan 81 Kopassus atau SAT-81/Gultor ini dan prajurit TNI sedang menuju ke Kelurahan Oenesu, Kecamatan Kupang Barat, untuk meninjau langsung program penanggulangan krisis air Kodam Udayana di wilayah tersebut.

Jadi, berdasarkan siaran resmi Komando Resor Militer (Korem0 161/Wira Sakti, Mayjen TNI Maruli ke sana untuk memantau pengoperasian pompa hidram bantuan TNI kepada masyarakat wilayah tersebut.

Setiba di lokasi, rombongan Pangdam Udayana langsung disambut tokoh masyarakat Oenesu, Wellem Hendrik Lasikodat. Dan diarahkan ke lokasi pengoperasi pompa hidram.

Menurut Wellem, bantuan pompa hidram dari TNI ini sangat berarti sekali bagi masyarakat setempat. Sebab sudah berpuluh-puluh tahun masyarakat setempat selalu bergelut dengan krisis air.

"Kami atas nama masyarakat dari hati yang paling dalam mengucapkan terima kasih kepada TNI AD, dan merasa bangga kepada TNI AD, atas kepeduliannya kepada kami," kata Wellem.

Wellem menceritakan, masyarakat setempat selama ini sangat bergantung pada air dari hujan, terutama untuk menunjang pengairan lahan pertanian.

"Tempat ini di kala musim hujan semuanya hijau, akan tetapi ketika musim kemarau tiba, maka semuanya akan kering. Dengan air ini maka nanti akan ada perubahan yang sangat besar di tempat kami ini. Daerah ini berpotensi untuk pertanian, nanti lahan kami akan kami tanami sayur mayur dan palawija," ujar Wellem.

Sementara, kepada masyarakat Pangdam Udayana berharap agar memanfaatkan sebaik-baiknya pompa hidram untuk pengembangan pertanian di wilayah Kupang.

"Perlu kita sampaikan juga kepada generasi muda kita bahwa jangan merasa rendah untuk menekuni bidang pertanian. Ini adalah salah satu peluang dan menjanjikan, tetapi diperlukan tekad, semangat dan komitmen untuk mewujudkannya," kata Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

Baca: Ini Jenderal Kopassus TNI Pemburu Penggorok 2 Polisi Pembunuh 7 Brimob