Pemprov Aceh buka kelas jarak jauh untuk akses pendidikan di pelosok

Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh membuka kelas jarak jauh untuk memberikan akses pendidikan terhadap pelajar tingkat menengah atas (SMA) di daerah pelosok Aceh Selatan.

"Alhamdulillah, tadi adalah hari pertama dimulainya proses belajar mengajar di kelas jarak jauh ini yang diikuti oleh 12 orang siswa dari 21 siswa yang terdaftar," kata Kepala Cabang Pendidikan Aceh Selatan Annadwi, di Aceh Selatan, Selasa.

Kelas jarak jauh ini dibuka di Gampong (Desa) Sarah Baru Kecamatan Kluet Tengah Kabupaten Aceh Selatan. Kelas tersebut merupakan cabang dari SMAN I Kluet Tengah di Menggamat Aceh Selatan.

Untuk diketahui, Gampong Sarah Baru merupakan desa kecil yang berada di pelosok Kluet Tengah. Satu-satunya akses untuk menuju ke daerah tersebut melalui Sungai Kluet dengan menggunakan transportasi sampan bermesin yang dipasang di buritan, jarak tempuhnya mencapai tiga jam perjalanan.

Annadwi mengatakan, proses belajar mengajar kelas jauh di Gampong Sarah Baru tersebut dimulai bersamaan dengan kalender pendidikan tahun ajaran baru tahun 2022/2023.

Baca juga: Mendagri minta Pj Gubernur Aceh fokus pada pendidikan dan kesehatan

Baca juga: Pemprov Aceh siapkan modul anti korupsi untuk diterapkan di sekolah

Annadwi menuturkan, kelas jauh ini merupakan upaya Pemerintah Aceh menjangkau pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah, karena pendidikan adalah hak setiap anak bangsa dimanapun mereka berada.

Dengan dibukanya kelas jauh ini, kata Annadwi, anak-anak di gampong setempat yang semula putus sekolah hingga SMP, maka sudah bisa langsung melanjutkan ke jenjang SMA melalui kelas jauh tersebut.

“Di Sarah Baru ada SD dan SMP, karena tidak ada bangunan SMA maka kita buka kelas jauh dengan meminjam kelas SD. Jadi siswa kelas jauh masuk belajar saat anak SD pulang sekolah,” ujarnya.

Sementara untuk guru yang mengajar, lanjut Annadwi, mereka didatangkan dari sekolah terdekat yaitu SMAN 1 Kluet Tengah secara bergiliran.

“Jadi para guru kita gilir sesuai dengan jam pelajaran mereka,” kata Annadwi.

Baca juga: Kemendikbud: Museum jadi media edukasi pelestarian warisan budaya

Baca juga: Pemprov Aceh sediakan transportasi antar jemput pelajar SLB

Dalam kesempatan ini, salah seorang wali murid kelas jauh M Nasir mengucapkan terima kasih pada Pemerintah Aceh atas dibukanya kelas jauh tersebut.

Kata Nasir, anaknya yang sebelumnya putus sekolah lantaran terlalu jauh melanjutkan sekolah di SMAN Kluet Tengah, kini dapat masuk ke jenjang SMA tanpa harus ke SMAN I Kluet Tengah.

“Kami sangat berterima kasih atas dibukanya kelas jauh ini, sehingga anak-anak di sini dapat bersekolah layaknya anak-anak lain yang tinggal di daerah yang dapat menjangkau fasilitas pendidikan dengan mudah,” kata M Nasir.

Mantan Keuchik (Kepala Desa) Sarah Baru ini berharap kelas jauh dapat berjalan secara berkelanjutan, sehingga anak-anak yang nantinya tamat SMP dapat langsung melanjutkan pendidikan mereka.

Baca juga: Kementerian perlu manfaatkan Hardiknas untuk susun pedoman kelas jauh

Baca juga: Gredu perkenalkan fitur penunjang PJJ

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel