Pemprov Babel dorong pembangunan maritim melalui ekonomi biru

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong pembangunan maritim melalui ekonomi biru untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

"Blue Economy (ekonomi biru) ini harus disikapi dengan sungguh-sungguh karena menjadi salah satu pilihan penting bagi masa depan Provinsi Kepulauan Babel," kata Penjabat Gubernur Kepulauan Babel Ridwan Djamaluddin seusai diskusi pertama Side Event G20 pada seminar “The Development of Indonesia's Blue Economy" di Belitung, Rabu.

Ia mengatakan Provinsi Kepulauan Babel harus bersiap-siap untuk lebih mendorong pembangunan berbasis maritim. Namun ada beberapa tantangan pada potensi ekonomi biru seperti sumber daya manusia (SDM), pendanaan, dan teknologi.

"Dengan tantangan-tantangan ini, kami akan mencari solusi-solusi terbaik dalam mendukung pemulihan ekonomi termasuk potensi blue economy," katanya.

Baca juga: DPD dukung pengembangan ekonomi biru di Indonesia

Ia berharap kerja sama pembangunan maritim melalui ekonomi biru dapat terjalin melalui DWG G20 di Belitung ini, sehingga pemerintah daerah dapat menemukan solusi terbaik sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Potensi ekonomi maritim di Babel sangat besar, karena provinsi ini merupakan kepulauan yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan," katanya.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa telah menegaskan transformasi ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19 melalui ekonomi biru dapat menjadi sumber pemulihan ekonomi global yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Ratusan delegasi dari 22 negara hadiri DMM G20 di Belitung

Ia menyatakan Development Working Group (DWG) G20 di Belitung ini penting, di mana pendekatan melalui potensi ekonomi laut Indonesia ini diharapkan dapat mendukung pemulihan ekonomi inklusif untuk meningkatkan peluang kesejahteraan masyarakat.

"Beberapa pembahasan mengenai penyusunan Peta Jalan Blue Economy Indonesia dilakukan sebagai tindak lanjut dari Kerangka Pembangunan Blue Economy Indonesia yang telah diluncurkan pada tahun 2021," katanya.