Pemprov Bali keluarkan Rp400 juta untuk tari penyambut delegasi G20

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya Sugiartha menyebutkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengeluarkan dana sekitar Rp400 juta khusus untuk pertunjukan tari penyambut delegasi VVIP KTT G20 di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

"Penari dapat insentif, dibiayai Pemprov Bali, itu sekitar Rp400 juta," kata Arya Sugiartha kepada media di Denpasar, Senin.

Arya menyampaikan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster yang menginisiasi sendiri pertunjukan Tari Pendet yang dilakukan para remaja dari delapan sanggar di Bali tersebut.

"Kita ada delapan grup dari sanggar-sanggar di Bali, setiap grup ada 22 orang penari untuk menyambut 37 presiden, kepala pemerintahan, dan perdana menteri, jadi semua kita sambut dengan Tari Pendet," ujarnya menyebut jumlah penari yang berjumlah 176 remaja itu.

Sejak Sabtu (12/11) para remaja yang terdiri dari siswi SMK, lulusan Institute Seni Indonesia (ISI) Denpasar, serta sanggar-sanggar di antaranya Sanggar Lokananta, Sanggar Kalingga, Sanggar Bungan Dedari, Sanggar Kokar Bali dan Sanggar Usadhi Langu menari di bawah tangga pesawat para delegasi VVIP dari G20.

Kelompok-kelompok tari tersebut dipilih secara langsung oleh Kepala Disbud Bali, melihat komitmen dan kualitas mereka yang telah tercatat, sementara sanggar lainnya yang dilihat Arya belum memenuhi kualifikasi akan dibina kembali.

Baca juga: Tari Pendet dan konvoi kendaraan listrik sambut tamu negara di Bali

Baca juga: BRIN: Presidensi G20 Indonesia tingkatkan semangat kolaborasi global

"Mereka dari Kabupaten Gianyar, Badung dan Kota Denpasar, yang dekat-dekat saja karena ini sampai malam jadi kita tidak mendatangkan yang dari Buleleng dan lainnya. Penari ini mengaku senang karena pengalaman langka menyambut Joe Biden dan lainnya, anak-anak happy," kata Arya.

Meneruskan arahan Gubernur Koster, pertunjukan tari pendet yang berarti tari penyambutan tamu itu, kata Arya, dilakukan untuk menunjukkan kepada delegasi VVIP bahwa mereka sedang bersidang di Bali.

"Delegasi itu memilih Bali karena ingin mengetahui kebudayaan Bali, lantas yang harusnya disuguhkan ya kebudayaan Bali bukan yang lain. Karena kita tidak terlibat di pembukaan dan lainnya makanya gubernur ambil inisiatif menyambut tamu saja," kata mantan Rektor ISI Denpasar itu.

Arya menjelaskan bahwa dana Rp400 juta sepenuhnya digunakan untuk pertunjukan penyambutan delegasi VVIP G20, karena Pemprov Bali tak terlibat dalam penampilan puncak acara maupun pembukaannya.

Kadisbud Bali itu mengatakan para delegasi VVIP antusias dan selalu memberikan tepuk tangan meriah saat puluhan remaja tersebut memainkan Tari Pendet, sementara itu para penari masih akan menyambut tamu hingga pukul 23.30 Wita Senin ini dan 6.15 Wita Selasa (15/11).

Baca juga: Organisasi SOS tangani distribusi pangan KTT G20-ciptakan pekerjaan

Baca juga: SOS distribusikan makanan berlebih layak konsumsi dari G20