Pemprov-BKKBN kompak ajak camat se-Sulsel atasi stunting

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan bersama Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel kompak mengajak camat se-Sulsel sama-sama atasi stunting (kekerdilan) di 24 kabupaten kota.

"Camat terbaik adalah camat yang memahami dengan baik program kabupaten kota. Saya kira dengan datangnya semua teman-teman camat ini harusnya sudah ada hasil yang bisa dilakukan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani pada acara penanganan stunting bersama mitra di Makassar, Jumat.

Menurut dia, penanganan stunting sudah harus menjadi prioritas bersama. Sebab ini akan menentukan bagaimana nasib regenerasi bangsa yang akan datang.

"Ini sudah harus menjadi prioritas nasional, tidak perlu banyak diskusi tapi langsung eksekusi. Kesuksesan provinsi adalah berhasil mengawal program nasional," katanya.

Baca juga: BKKBN Sulsel dan Komisi IX DPR sosialisasi bahaya stunting di Sidrap

Baca juga: BKKBN Sulsel gelar KIE percepat penurunan stunting bersama TNI

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel Andi Ritamariani mengatakan kegiatan komunikasi informasi dan edukasi untuk percepatan penurunan stunting bersama mitra camat se-Sulsel.

"Terimakasih banyak atas kesediaan waktunya untuk hadir dalam acara ini. Insya Allah, nanti diharapkan arahan dan bimbingan dalam acara ini," kata Andi Ritamariani, dalam sambutannya.

Ia berharap kepada seluruh pihak agar sama-sama serius dalam menangani stunting di Sulsel. Untuk itu dirinya meminta kepada pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten se-Sulsel sama-sama menguatkan dalam penanganan stunting tersebut.

"Izin Bapak Sekda kami melihat bahwa keberadaan camat ini sangat penting dalam penanganan stunting. Alhamdulillah, kegiatan ini diikuti seluruh camat se-Sulsel. Provinsi Sulawesi Selatan sangat serius dalam menangani stunting," ujarnya.*

Baca juga: Unicef-Jenewa tingkatkan kapasitas media dalam penulisan isu stunting

Baca juga: BKKBN Sulsel dan Pemkab Sidrap audit stunting bersama mitra