Pemprov DKI adakan simulasi penanggulangan kebakaran

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengadakan simulasi penanggulangan kebakaran dan bencana alam di gedung Balai Kota Jakarta untuk melatih penyelamatan hingga cara evakuasi keadaan darurat.

"Bencana apapun bentuknya kami harus menerapkan kesiapsiagaan," kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Simulasi tersebut melibatkan seluruh unsur penanggulangan bencana termasuk para pegawai yang ikut berpartisipasi.

Adapun simulasi tersebut diskenariokan kebakaran muncul di lantai enam gedung Blok G Balai Kota Jakarta, setelah sebelumnya terjadi gempa bumi.

Baca juga: 50 personel Gulkarmat Jaksel padamkan kebakaran di Kemendes PDTT

Sejumlah pegawai setempat kemudian berhamburan keluar gedung setelah petugas mengumumkan menggunakan pengeras suara, untuk melakukan evakuasi ke tempat lebih aman.

Sejumlah petugas dan mobil pemadam kebakaran termasuk robot pemadam LUF 60 dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

Sedangkan para pegawai setempat dievakuasi di lapangan yang berada di depan gedung Balai Kota Jakarta.

Pelaksanaan simulasi itu dilakukan sesuai amanat Peraturan Gubernur (Pergub) 143 tahun 2016 yang mewajibkan simulasi dilakukan sekali dalam satu tahun.

Baca juga: Pemadam kebakaran padamkan api yang bakar 20 lapak di Cengkareng

Terakhir simulasi dilakukan pada 2018 atau sebelum pandemi COVID-19.

Pelaksanaan simulasi itu juga sekaligus memastikan sistem dan operasional alat kelengkapan darurat di setiap gedung bisa digunakan dan kesiapan petugas.

Sementara itu, berdasarkan data Pemprov DKI gempa bumi telah mengguncang Jakarta lima kali dalam lima tahun terakhir.

Sedangkan data kebakaran dari Januari hingga April 2022, Riza Patria mengungkapkan sebanyak 330 peristiwa kebakaran terjadi di Jakarta.

Baca juga: Kebakaran di Taman Sari disebabkan warga yang bakar sampah

Kebakaran tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor mulai kebocoran gas, korsleting listrik hingga puntung rokok masih menyala yang dibuang sembarangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, selama 2020 tercatat sebanyak 3.156 peristiwa kebakaran terjadi di Ibu Kota.

Jumlah itu kemudian menurun pada 2021 mencapai total 1.535 kasus kebakaran.