Pemprov DKI batasi aktivitas remaja "SCBD" hingga pukul 22.00 WIB

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi aktivitas remaja di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, yang kini dikenal dengan sebutan "Sudirman, Citayam, Bojonggede dan Depok" (SCBD) hingga pukul 22.00 WIB untuk menjaga ketertiban umum.

"Kami minta mulai hari ini ke depan segera selesai sebelum jam 22.00," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Selain untuk menjaga ketertiban, pembatasan itu untuk mengantisipasi jam keberangkatan Kereta Rel Listrik (KRL) yang berakhir pukul 24.00 WIB

"Kasihan orang tua di rumah khawatir menunggu anak-anaknya belum pulang apalagi sampai malam, kami minta anak-anak ku yang saya cintai saya banggakan pulang ke rumah jangan sampai tengah malam, sebelum jam 22.00 sekalipun malam minggu," katanya.

Ia juga meminta remaja "SCBD" untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Nantinya, lanjut dia, petugas Satpol PP akan mengawal ketertiban di kawasan "SCBD" agar mereka pulang sebelum pukul 22.00 WIB.

Baca juga: Satpol PP tegur remaja "SCBD" yang tak pakai masker
Baca juga: MRT Jakarta kerahkan tim patroli di Dukuh Atas seiring fenomena SCBD

Sebelumnya, sejumlah remaja tidur di jalur pejalan kaki di Jalan Sudirman, tepatnya jalur di atas aliran Sungai Ciliwung di dekat Stasiun BNI City, Dukuh Atas.

"Mereka tidur di jalur pedestrian yang terbuat dari kayu karena tertinggal jadwal keberangkatan kereta," kata Riza.

Remaja tidur di Dukuh Atas tersebut mendadak viral di media sosial setelah sejumlah petugas Satpol PP melakukan inspeksi di kawasan tersebut.

Dalam unggahan Satpol PP DKI melalui akun Instagram @satpolpp.dki, petugas menertibkan sejumlah remaja baik perempuan dan laki-laki yang tertidur di ruang publik tersebut.

Tak hanya itu, sejumlah sampah juga terlihat berserakan di sekitar remaja yang sedang terlelap itu.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel