Pemprov DKI Jakarta Pastikan Ancol Tak Ikut Biayai Formula E

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan bahwa PT Pembangunan Jaya Ancol tidak ikut membiayai Formula E. Kucuran kredit Rp 1,2 triliun dari Bank DKI untuk Ancol dipastikan bukan terkait ajang balap mobil listrik tersebut.

"Tidak lah (biayai Formula E), Ancol tempat saja," kata Pelaksana Tugas Kepala Badan Pembinaan Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta, Riyadi di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (24/12/2021).

Menurut Riyadi, tidak ada larangan BUMD melakukan pinjaman ke BUMD bidang jasa keuangan. Dia menjelaskan, Ancol bukan BUMD pertama yang melakukan pinjaman ke Bank DKI.

Kata dia, beberapa BUMD DKI juga melakukan hal serupa. "Sepanjang tidak melanggar aturan OJK (Otoritas Jasa Keuangan), tidak masalah," ujar Riyadi, seperti dikutip dari Antara.

Ia juga membantah kondisi keuangan Ancol sedang menipis,, sehingga perlu melakukan pinjaman ke Bank DKI. Pinjaman tersebut, kata dia, untuk investasi dan pengembangan usaha.

Bank DKI menegaskan penyaluran kredit sebesar Rp 1,2 triliun kepada PT Pembangunan Jaya Ancol tidak terkait rencana pelaksanaan balap mobil listrik Formula E atau Jakarta E-Prix 2022.

"Ini kerja sama bisnis Bank DKI dengan Ancol " kata Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini melalui keterangan tertulis.

Modal Operasional Ancol

Anak-anak didampingi orangtua saat berwisata di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyesuaikan sejumlah aturan kegiatan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Anak-anak didampingi orangtua saat berwisata di Pantai Lagoon, Ancol, Jakarta, Kamis (21/10/2021). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyesuaikan sejumlah aturan kegiatan dengan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Herry menjelaskan, penandatanganan kerja sama Bank DKI dengan Ancol pada 20 Desember 2021 itu terkait tambahan modal kerja operasional Ancol sebesar Rp 389 miliar. Aktivitas bisnis Ancol diketahui kembali bergulir seiring relaksasi pembatasan sosial di DKI Jakarta.

Selain itu, Bank DKI mengucurkan kredit investasi sebesar Rp516 miliar untuk refinancing Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Obligasi Tahap II Ancol dan kredit investasi sebesar Rp334 miliar untuk revitalisasi Gerbang Timur Ancol.

Kemudian, pembangunan atraksi baru Bird Land, renovasi wahana di Dunia Fantasi (Dufan), renovasi Hotel Putri Duyung serta renovasi Sea World.

"Dengan demikian penyaluran kredit tersebut tidak ada kaitannya dengan Formula E," ujar Herry.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel