Pemprov DKI Jakarta Perpanjang PPKM Mikro Hingga 3 Mei

Syahrul Ansyari, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA - Pemprov DKI Jakarta memperpanjang kembali masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro hingga 3 Mei 2021. Hal ini bertujuan guna mengendalikan kasus aktif COVID-19 di Ibu Kota khususnya selama Ramadhan.

Keputusan perpanjangan PPKM Mikro ini tertuang dalam Keputusan Gubernur Nomor 478 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 22 Tahun 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, dalam dua minggu terakhir terdapat peningkatan kasus aktif yang fluktuatif, di mana pada 5 April terdapat 6.075 kasus aktif dan meningkat menjadi 6.924 kasus aktif.

Maka dar itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, memperingatkan kembali akan pentingnya warga disiplin protokol kesehatan, terlebih pada Ramadhan kali ini Pemprov DKI Jakarta telah memperbolehkan peribadatan di rumah ibadah, meskipun kapasitasnya dibatasi 50 persen.

"Ini mulai meningkat lagi. Saya ingatkan warga DKI bahwa 3 M termasuk menghindari kerumunan dan menghindari mobilisasi sangat penting. Karena, pengalaman kita tahun lalu dan akhir minggu ini, menunjukkan aktivitas penduduk sudah meningkat dan angka sudah bergerak naik," kata Widyastuti di Jakarta, Selasa, 20 Mei 2021.

Baca juga: Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro hingga 3 Mei, Tambah 5 Provinsi

Meskipun terjadi kenaikan, namun, menurut Widyastuti masih terkendali, melihat ketersediaan tempat tidur isolasi dan ICU di Jakarta masih mencukupi karena persentasenya menunjukkan penurunan.

Per tanggal 5 April, jumlah kapasitas tempat tidur isolasi sebanyak 7.513 unit dan terisi 3.311 atau 44 persen. Sedangkan, pada tanggal 18 April, jumlah tempat tidur 7.087 dan terisi 2.691 atau terisi 38 persen.

“Untuk ketersediaan ICU turun meskipun sedikit, per tanggal 5 April, jumlah ICU kita 1.136 dan terisi 548 yakni 48 persen. Sedangkan, tanggal 18 April, kapasitas ICU kita 1.056, terisi 500 pasien atau 47 persen yang artinya ada penurunan sebesar 1 persen terhadap kapasitas ICU," ujarnya.

Tentunya, pengendalian pandemi di Ibu Kota juga dibarengi dengan vaksinasi yang konsisten dikerjakan. Adapun jumlah sasaran vaksinasi tahap 1 dan 2 (tenaga kesehatan, lansia, dan pelayan publik) sebanyak 3.000.689 orang.

"Total vaksinasi dosis 1 saat ini sebanyak 1.641.932 orang (54,7 persen) dan total vaksinasi dosis 2 kini mencapai 849.048 orang (28,3 persen)," katanya.