Pemprov DKI Jakarta Tegaskan Sudah Lakukan Banyak Hal untuk Pengendalian Banjir

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Wakil Gubernur DKI Riza Patria menegaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah berkomitmen melakukan pencegahan dan pengendalian banjir. Salah satu perwujudannya adalah dengan normalisasi sungai dan pembangunan waduk.

"Prinsipnya Provinsi DKI Jakarta fokus, serius, sungguh-sungguh melakukan program pencegahan pengendalian banjir. Tidak hanya normalisasi atau naturalisasi tetapi juga seperti pembangunan waduk, situ dan embung," kata Riza dalam keterangan diterima, Jumat (12/11/2021).

Riza merinci, normalisasi dikerjakan saat ini seperti di Kali Ciliwung. Langkah konkret dilakukan, yakni pembebasan lahan sebanyak 19 bidang. Selain itu, pembebasan lahan juga dilakukan di Rawajati sebanyak 151 bidang.

Kemudian untuk Kali Pesanggrahan, Riza mengatakan pembebasan juga dilakukan sebanyak 18 bidang. Lalu di Kali Cipinang Melayu terdapat pembebasan lahan sebanyak 68 bidang, Kelurahan Pondok bambu 20 bidang, Cipinang Muara 3 bidang, Jalan Ganceng 10 bidang, Kali Jati Pondok Kelapa 1 bidang, dan tersisa 3 bidang lagi yang sedang dimusyawarahkan.

"InsyaAllah di bulan November dan Desember ini bisa selesai beberapa bidang yang sudah disepakati," harap Riza.

Riza menegaskan, Pemprov DKI adalah pemerintah daerah yang memiliki anggaran tinggi terkait program sumber daya air untuk pencegahan pengendalian banjir.

Libatkan Damkar dan Dinas Pertamanan

Selain itu, Pemprov DKI juga melibatkan Tim Damkar untuk operasional pompa mobile dengan dibantu Dinas Pertamanan juga yang membantu saat adanya luapan air.

"Anggaran ada selalu kita tingkatkan memang di tahun 2020 dan 2021 ada pengurangan akibat refocusing, akibat Pandemi Covid ada beberapa kegiatan karena keterbatasan danavitu dikurangi dan diteruskan di tahun berikutnya," Riza menutup.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel