Pemprov DKI Jakarta terima pasokan 58.010 hewan ternak

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI hingga saat ini telah menerima pasokan hewan ternak untuk kurban pada Idul Adha 1443 Hijriah dari luar daerah mencapai sekitar 58.010 ekor.

"Saat sekarang ini pasokan ternak kurban di DKI kurang lebih 58.010 ekor. Ini terjadi karena memang ada lonjakan permintaan terutama untuk kebutuhan kambing dan domba," kata Kepala Dinas Provinsi DKI Jakarta, KPKP Jakarta Suhartini Eliawati, saat ditemui di Jakarta International Stadium (JIS), Ahad.

Rinciannya jumlah hewan ternak itu yakni 21.000 sapi dan sisanya kambing dan domba.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di lokasi yang sama mengatakan daerah luar wilayah Jakarta lebih suka mengambil hewan kurban yang ditampung di DKI.

Baca juga: Puluhan hewan kurban Kepulauan Seribu bebas PMK
Baca juga: Anies pastikan 42 ribu hewan kurban masuk DKI aman dari PMK

Hal tersebut dikarenakan Pemprov DKI dianggap melakukan penampungan, pemantauan dan penyaringan kesehatan hewan ternak dengan baik.

Selain itu, pihak pengelola hewan ternak di DKI Jakarta dinilai sigap menanggulangi temuan hewan yang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Itulah membuat banyak orang dari luar Jakarta memilih mengambil hewan kurban dari Jakarta karena di Jakarta ada pemeriksaan yang rapi dan tertib," kata Anies.

Tercatat dari 58.010 hewan kurban, sebanyak 40.000 ekor didistribusikan di daerah sekitar wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Puluhan penyembelih hewan kurban ikuti pelatihan di Jakarta Barat
Baca juga: Anies lepas 865 petugas pemeriksa hewan dan daging kurban di Jakarta

Anies berharap momentum ini bisa menjadi barometer bagi wilayah lain dalam mengelola hewan ternak sehingga bisa mengikuti jejak DKI dalam penerapan dan penanganan kesehatan hewan.

"Sistem pemantauan yang disiapkan sejak awal menghasilkan kepercayaan dan mudah-mudahan ini bisa meluas lagi," kata Anies.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel