Pemprov DKI Lanjutkan Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung

Ezra Sihite, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melanjutkan pembangunan sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) yang direncanakan sebagai salah satu cara dalam mengendalikan dampak banjir, di wilayah rawan genangan di Jakarta Timur.

Khususnya di daerah Kebon Manggis, Kampung Melayu, dan Bidara Cina serta beberapa daerah di Jakarta Selatan seperti Manggarai, Bukit Duri dan Kebon Baru yang dilintasi daerah aliran sungai (DAS) Ciliwung.

"Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat mengenai rencana pembangunan sodetan kali Ciliwung menuju Kanal Banjir Timur di Kelurahan Bidara Cina," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2020.

Baca juga: Dari Membuat Sodetan hingga Membangun Bendungan

Dalam sosialisasi di GOR Otista, Jakarta Timur, Riza mengatakan, sosialisasi merupakan tahap awal persiapan dari rencana pembangunan sodetan Kali Ciliwung tersebut.

Tahapan selanjutnya adalah pendataan awal lokasi pembangunan, dilanjutkan dengan konsultansi publik rencana pembangunan, serta penyiapan dan pengumuman penetapan lokasi.

Dia melanjutkan, keberhasilan kerja tim persiapan pengadaan tanah untuk pembangunan sodetan kali Ciliwung sangat bergantung pada kerja sama pemprov dan warga.

"Saya yakin dengan kesadaran yang baik sekalipun dalam suasana pandemi COVID-19, kita bisa melaksanakan program ini sebaik mungkin. Dengan pembangunan sodetan kali Ciliwung diharapkan mampu mengurangi beban banjir puncak dengan pengalihan debit air sebesar 60 (enam puluh) meter kubik per detik ke Kanal Banjir Timur," katanya.

Pembangunan sodetan Kali Ciliwung ini merupakan tindak lanjut Surat Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Nomor PW.03.02-Ay/939 Tanggal 09 Maret 2020, perihal Permohonan Informasi Perkembangan Penetapan Lokasi Pembangunan Sodetan Kali Ciliwung ke Kanal Banjir Timur.

Melalui sosialisasi yang diikuti dan dihadiri perwakilan warga dan tokoh masyarakat ini, diharapkan warga terdampak pembangunan sodetan kali Ciliwung memperoleh informasi jelas, akurat dan valid, terkait pelaksanaan rencana pembangunan yang disusun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Saya hadir di sini karena pak Gubernur meminta saya untuk membantu memastikan bahwa pekerjaan penanganan banjir bisa segera diatasi dan dipercepat," katanya.

Riza menambahkan, "Tugas kami dari Pemprov DKI untuk memastikan warga kami mendapatkan haknya secara baik sesuai dengan peraturan dan ketentuannya.”

Baca juga: Banjir Kritikan, Nadiem Makarim Evaluasi Program Organisasi Penggerak