Pemprov DKI Pangkas Proses Perizinan Gedung dari 1 Tahun Menjadi 57 Hari

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta mempercepat proses perizinan bangunan. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 118 Tahun 2020 tentang Izin Pemanfaatan Ruang.

"Kami menyederhanakan dan mempercepat proses perizinan semula 360 hari menjadi 57 hari kerja untuk bangunan umum," kata Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda DKI Jakarta Sri Haryati dalam keterangan tertulis, Senin (8/2/2021).

Lalu kata dia, untuk bangunan berupa rumah tinggal, proses perizinannya hanya 14 hari kerja. Percepatan proses perizinan tersebut untuk mendongkrak pemulihan ekonomi pada masa pandemi.

Sri mengatakan untuk sektor properti memiliki kemampuan menyerap tenaga kerja dalam skala besar.

"Pada tahun 2019, industri konstruksi dan real estate menyumbang untuk perekonomian Jakarta sebesar 17,61 persen. Pada 2018, sektor properti juga menyerap tenaga kerja di Jakarta sebanyak 425 ribu orang," ucapnya.

Perizinan Lebih Singkat

Lanjut dia, industri konstruksi dan real estate tahun 2019 juga menyumbang untuk Penanaman Modal Dalam Negeri DKI Jakarta sebesar 23,9 persen atau setara dengan Rp 14,8 triliun.

"Adapun nilai Penanaman Modal Asing dari kedua industri itu sekitar 28,3 persen atau setara dengan Rp 17,5 triliun," ujar dia.

Selain itu, Sri juga menyatakan peraturan ini akan menjadi basis alur perizinan yang lebih ringkas, tertata, dan berbasis teknologi informasi.

"Upaya ini adalah bagian dari paket kebijakan pemulihan ekonomi universal yang menjadi arahan Bapak Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, agar perekonomian di seluruh sektor dan lapisan masyarakat bisa bangkit kembali sambil mengatasi persoalan pandemi Covid-19," jelas Sri.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: