Pemprov DKI tambah kapasitas tempat tidur pasien COVID-19

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menambah kapasitas tempat tidur (BOR) pasien COVID-19 pada 140 rumah sakit rujukan menjadi 3.694 unit dari sebelumnya 3.656 unit tempat tidur karena meningkatkan kasus positif penyakit dari virus SARS CoV-2 itu.

"Ini ada peningkatan BOR dari 3.694 tempat tidur itu terpakai 732 tempat tidur," kata Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Berdasarkan data Pemprov DKI, tingkat BOR saat ini mencapai 20 persen atau meningkat dari data per Minggu (24/7) mencapai 19 persen dengan keterisian pasien isolasi COVID-19 mencapai 711 orang.

Sedangkan kapasitas tempat tidur di ruang perawatan intensif (ICU) saat ini terisi 86 orang pasien dari total kapasitas 587 tempat tidur atau mencapai 15 persen.

Baca juga: Palmerah tak berlakukan karantina wilayah meski puluhan terpapar

"Jadi, ada peningkatan, hati-hati. Untuk itu mari laksanakan protokol kesehatan," ucap Riza.

Selain protokol kesehatan, pihaknya meminta masyarakat untuk mendatangi sentra vaksinasi di sejumlah titik yang disediakan Pemprov DKI di antaranya puskesmas.

Vaksinasi termasuk dosis ketiga diharapkan menekan dampak lebih buruk dari COVID19.

"Ayo semua ajak keluarga apalagi orang tua, lanjut usia, kami dorong termasuk anak-anak ayo antar orang tua, anak untuk vaksin," ucapnya.

Baca juga: Kasus harian COVID-19 RI bertambah 6.483 terbanyak DKI Jakarta

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta pada Rabu (27/7) kasus aktif yakni pasien yang dirawat dan diisolasi mencapai 1.377 kasus dan kasus positif COVID-19 bertambah 3.279 kasus.

Sementara itu, kasus sembuh COVID-19 juga bertambah mencapai 1.901 kasus.

Sedangkan persentase kasus positif COVID-19 di Jakarta mencapai 17,5 persen dari total jumlah orang dites "polymerase chain reaction" (PCR) selama sepekan mencapai hampir 106 ribu orang.

Tingginya kasus positif COVID-19 di Jakarta juga didorong tingginya jumlah orang yang dites PCR selama sepekan itu dari minimal jumlah tes mencapai 10.645 orang sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Anggota DPRD minta Dinkes DKI buat terobosan antisipasi klaster SCBD

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel