Pemprov DKI Turun Tangan Usut Kasus Vaksin Crazy Rich Helena Lim

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan mendalami terkait adanya pemberian vaksin COVID-19 kepada selebgram dan crazy rich Helena Lim di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat, beberapa hari lalu.

"Kami sedang mendalami, melakukan koordinasi dengan organisasi profesi terkait dengan kegiatan tersebut, dan kita melakukan pemberian vaksinasi ini adalah bukan semata-mata," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti di Jakarta, Rabu, 10 Februari 2021.

Ia menjelaskan, bahwa tujuan utama pemberian vaksin adalah memberikan perlindungan kepada tenaga kesehatan, penunjang maupun tenaga administrasi lainnya sesuai dengan edaran Dirjen P2P.

"Sehingga kalaupun di lapangan ditemukan ada sesuatu yang mungkin kurang pas, tentu menjadi perhatian Pemprov DKI. Tim kita sudah memberikan yang terbaik dan kami melakukan investigasi, pendalaman kasus bersama dengan organisasi profesi. Kita siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk pendalaman ini," katanya.

Ia pun tak bisa menjelaskan lebih detail kenapa si selebgram itu mendapatkan prioritas utama dalam hal vaksin tersebut. Karena itu harus dilakukan pendalaman terlebih dahulu. "Masalah datanya seperti apa tentu perlu pendalaman tentang kebenaran atau keaslian data," katanya.

Ia pun kembali menegaskan bahwa tujuan utama vaksinasi adalah salah satu untuk memutuskan rantai penularan. Dimana memang sesuai dengan arahan dari bapak presiden nantinya semua warga yang berhak mendapatkan, harus mendapatkan.

"Tapi tahapannya sesuai tahapan kemampuan logistik yang ada, kesempatan yang ada. Sehingga memang semuanya nanti akan dapat pada saatnya," katanya.

Sebelumnya, selebgram Helena Lim menerima vaksin COVID-19 di Puskesmas Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin 8 Februari 2021.

Pengalaman vaksin tersebut ia rekam dan publikasikan melalui akun instagram-nya @helenalim988. Helena merekam kegiatannya sejak mengantre, menunggu giliran disuntik, hingga akhirnya menerima suntikan vaksin tersebut.

Hal ini segera mendapat perhatian netizen, pasalnya Helena diduga bukan merupakan tenaga kesehatan yang menjadi prioritas pertama penerima vaksin COVID-19 saat ini.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat Kristy Wathini, menyatakan bahwa Helena menerima vaksin sebab ia membawa keterangan bekerja di apotek.

"Yang bersangkutan membawa keterangan bekerja di apotek sebagai penunjang. Dan apotek merupakan salah satu sarana kefarmasian yang masuk dalam prioritas pertama," ujarnya.

Baca juga: Dikonfirmasi Soal Helena Lim, Kasudinkes Jakbar Blokir Nomor Wartawan