Pemprov Jabar Klaim 34 Jalan Provinsi Siap Dilalui Pemudik, Fasilitas Terus Dibenahi

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim puluhan ruas jalan yang akan dilalui pemudik sudah dalam kondisi baik. Meski demikian, ada beberapa fasilitas jalan yang harus dibenahi.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) Provinsi Jabar, Bambang Tirtoyuliono mengatakan, ada 34 ruas jalan provinsi yang akan dilalui pemudik dan dalam kondisi layak.

Puluhan ruas jalan tersebut tersebar dari utara hingga selatan. Pengecekan terus dilakukan karena potensi rusak dampak cuaca di mana curah hujan masih tinggi.

"Saya pastikan kondisinya baik, 34 ruas jalan tersebut yang berpotensi dilalui arus mudik Lebaran. Namun, karena intensitas hujan yang tinggi, potensi terjadi kerusakan kembali sangat mungkin," kata Bambang, Selasa (26/4).

Meski begitu, ia mengakui ada beberapa kendala yang terus dibenahi. Di antaranya, menambal kurangan penerangan jalan umum (PJU).

"Keputusan pemerintah untuk memperbolehkan mudikkan baru tahun ini ada lagi dan itu baru saja diumumkan. Tapi dengan waktu yang ada kita berupaya seoptimal mungkin," ucap dia.

Sementara itu, Kadishub Jabar A. Koswara memperkirakan 14,9 juta pemudik diperkirakan akan masuk wilayah Jabar. Sementara yang keluar Jabar mencapai 9,2 juta orang.

Jumlah itu membuat ada penambahan sekitar 5,7 juta warga yang masuk ke Jabar disertai aktivitas dan mobilitas masyarakat.

Pergerakan kendaraan mayoritas kendaraan pribadi. Mobil diprediksi akan mencapai 28,6 persen sementara Motor sekitar 21,5 persen. Lalu, pemanfaatan kendaraan angkutan umum seperti bus kota sebesar 17,38 persen, kereta api 9,7 persen, pesawat 8,13 persen, sisanya lewat jalur laut atau sungai.

Upaya yang dilakukan untuk memastikan arus lalu lintas berjalan baik, pihaknya menempatkan 4.328 personel Dishub dari Provinsi dan kabupaten kota. Mereka disebar dan menempati 226 posko di sepanjang jalur mudik. [lia]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel